1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tewasnya Pebisnis Inggris Picu Skandal Politik Cina

Misteri tewasnya pebisnis Inggris Heywood, picu skandal politik terbesar di Cina beberapa dekade terakhir. Heywood yang dekat dengan Bo Xilai, ditemukan tewas di kamar hotel November 2011.

Lima bulan setelah tewasnya pebisnis Inggris Neil Heywood yang memiliki hubungan erat dengan mantan ketua partai komunis Cina di Chongqing, istri Bo Xilai dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Pengusaha Neil Heywood (41) tanggal 15 November 2011, diduga tewas akibat minuman yang diracun di sebuah hotel di kota Chongqing. Demikian laporan dua informan mengutip hasil penyidikan dari polisi, Senin (16/04).

British businessman Neil Heywood poses for a photograph at a gallery in Beijing, in this handout picture dated April 12, 2011. China's Communist Party has suspended former high-flying politician Bo Xilai from its top ranks and named his wife a suspect in the murder of Heywood, a dramatic turn in a scandal shaking leadership succession plans. REUTERS/China.org.cn/Handout (CHINA - Tags: POLITICS CRIME LAW TPX IMAGES OF THE DAY) FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. CHINA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN CHINA

Neil Heywood

Dalam darah pria Inggris berusia 41 tahun itu disebutkan ditemukan alkohol dalam dosis tinggi, dan jenazahnya dikremasi dengan cepat. Yang mengejutkan dalam kasus ini, istri Bo Xilai, kader pimpinan partai komunis Cina yang populer tapi sudah dicopot dari jabatannya, dituduh melakukan pembunuhan tersebut.

Pelarian uang ke luar negeri

Kedua informan yang menolak disebut namanya itu juga untuk pertama kalinya menyebutkan kemungkinan motif pembunuhan. Istri Bo, Gu Kailai, menurut mereka, dengan bantuan Heywood ingin menggelapkan uang ke luar negeri. Di situ terjadi perselisihan dan Heywood mengancam akan membuka kasus tersebut. Gu takut, jika kasusnya dibongkar, itu akan berarti akhir dari karir suaminya Bo Xilai, yang dulu disebut-sebut akan menduduki posisi tertinggi dalam Partai Komunis. Juga balas dendam atas sakit hati tampaknya ikut berperan.

Gu Kailai, wife of China's former Chongqing Municipality Communist Party Secretary Bo Xilai, poses for a group photo at a mourning held for her father-in-law Bo Yibo, former vice-chairman of the Central Advisory Commission of the Communist Party of China, in Beijing in this January 17, 2007 file photo. Neil Heywood, the British businessman whose murder has sparked political upheaval in China was poisoned after he threatened to expose a plan by a Chinese leader's wife to move money abroad, two sources with knowledge of the police investigation said. Heywood had spent his last week in Chongqing in Nan'an district, an area politically loyal to Bo, and stayed at two hotels: the Nanshan Lijing Holiday Hotel and the Sheraton hotel. Picture taken January 17, 2007. REUTERS/Stringer/Files (CHINA - Tags: POLITICS CRIME LAW HEADSHOT BUSINESS) CHINA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN CHINA

Gu Kailai, istri Bo Xilai

Gu akhir tahun lalu meminta Heywood untuk membawa uang dalam jumlah besar ke luar negeri. Dikatakan sang informan lebih lanjut, dalam sengketa berapa besar bagian yang diperoleh Heywood, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Setelah ancaman Heywood untuk mengungkap rencana penggelapan uang tersebut, Gu merancang aksi pembunuhan. Ia menuduh Heywood serakah.

Para informan berbicara dengan polisi penyidik di Chongqing, yang memberi tahu rincian penyidikan kasus tersebut. Chongqing adalah kota tempat Heywood terbunuh sekaligus tempat Bo Xilai, suami Gu menjadi populer sebagai pejuang anti korupsi. Gu sendiri kini berada dalam tahanan pemeriksaan. Ia dituduh melakukan pembunuhan atau merancang pembunuhan. Di Cina kasus pembunuhan terancam vonis hukuman mati.

Dyan Kostermans/afp/rtr

Editor : Agus Setiawan