1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tetap Berharap bagi Iklim Bumi

Semua pemimpin negara dan pemerintahan berusaha perangi perubahan iklim. Apa nanti di akhir konferensi akan ada kesepakatan, yang akan menolong iklim bumi? Jawabannya belum jelas. Perspektif Jens Thurau.

Sebuah kabar baik ada di awal Konferensi Iklim Internasional di Paris. Yakni: tidak satupun dari 150 kepala negara dan pemerintahan yang membuka konferensi dengan pidato yang menggebu-gebu menunjukkan keraguan, bahwa efek emisi gas rumah kaca memang benar-benar ada, dan semua pihak tanpa kecuali sekarang harus mengambil tindakan.

Kedengarannya seperti sudah sewajarnya, tapi tidak begitu kenyataannya. Selama bertahun-tahun, KTT iklim disertai sikap penolakan dari banyak politisi, atau juga sikap tidak peduli. Setidaknya itu tampaknya sudah tidak ada lagi.

Ya, semua pihak ingin kesepakatan tercapai. Semua ingin menolong negara-negara miskin di bagian selatan dunia dan yang paling menderita karena topan serta kekeringan dengan dana milyaran.

Thurau Jens Kommentarbild App

Jens Thurau

Tujuannya supaya mereka bisa membangun tanggul, mendapat panen lebih baik, dan berhenti menggunakan batu bara dan gas. Itu semua boleh saja. Tapi sebuah kesepakatan, yang benar-benar bisa mengatasai masalah, belum berarti pasti bisa dicapai.

Karena dalam pidato Presiden Obama, Putin dan Xi Jinping, juga dalam kata-kata Kanselir Jerman Angela Merkel kembali nyata adanya perbedahan kecil tetapi menentukan. Perbedaan ini sudah menjadikan konferensi sebelum-sebelumnya pengalaman yang menyebabkan frustasi.

Barack Obama mengakui, AS adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim. Dan presiden AS itu juga berjanji untuk memberikan banyak uang, agar negara-negara miskin bisa membiayai misalnya asuransi yang berkaitan dengan perubahan iklim bagi warganya. Tapi Obama tidak mengatakan jumlahnya.

Tonton video 02:30

Cina juga akhirnya mau ikut menandatangani kesepakatan iklim. Tetapi perlindungan iklim, jika dilihat dari sudut pandang Beijing, di masa depan hanyalah masalah tiap negara. Bukan begitu maksudnya, ketika konferensi iklim memutuskan, tiap negara bisa secara suka rela menetapkan tujuan soal iklim tapi dipadukan dalam sebuah kesepakatan.

Tampaknya sekarang masih seperti di waktu-waktu lalu. Satu pihak tidak mengubah pandangan, yang lain goyah sedikit, negara-negara Eropa (setidaknya beberapa) ingin terus mengupayakan kesepakatan, dan negara-negara miskin ingin mendapat uang. Tapi ini baru awal konferensi. Terlalu dini jika membiarkan semangat surut sekarang. Jadi sekarang tetap saja: Mengibar harapan bagi iklim bumi.

Laporan Pilihan