1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Teroris Sayap Kanan Norwegia Dinyatakan Gila

Hasil pemeriksaan psikiater menyebutkan bahwa Anders Behring Breivik telah mengalami gangguan mental atau gila saat melakukan serangan biadab empat bulan silam.

default

Anders Behring Breivik dinyatakan gila

Jika benar, maka itu artinya Anders Breivik tidak bisa dipenjara, tapi harus menjalani perawatan mental oleh psikiater di rumah sakit kejiwaan tertutup. Harian VG, yang terbit di Norwegia, hari Selasa (29/11) mengutip sumber anonim, menyatakan "Psikiater yang ditunjuk pengadilan telah menyimpulkan bahwa Anders Behring Breivik telah mengidap sakit jiwa saat dia membunuh 77 orang."

Mental Terganggu

Dua psikiater yang memeriksa Behring Breivik, yakni Synne Serheim dan Torgeir Husby, telah mengirimkan temuan mereka kepada pengadilan distrik Oslo pada Selasa pagi (29/11), dan kantor jaksa penuntut dijadwalkan bakal mengumumkan hasil pemeriksaan mental Behring Breivik yang setebal 240 halaman ini.

Menurut VG, para psikiater menyimpulkan bahwa Behring Breivik yang berusia 32 tahun telah menderita psikosis, sebuah keadaan mental yang membimbing keputusannya menjelang dan pada saat melakukan pembantaian. Laporan itu masih akan diperiksa lagi oleh sebuah komisi medis untuk memastikan bahwa laporan itu telah dibuat dengan standar profesional yang benar.

Pada gilirannya, laporan itu akan disampaikan kepada pengadilan untuk menentukan apakah Behring Breivik dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun biasanya di Norwegia, pengadilan akan mengikuti rekomendasi para ahli.

Superteaser NO FLASH Norwegen Utøya Terror Angehörige der Opfer auf Utöya Utoya

Korban selamat dan keluarga korban tewas mengunjungi lokasi pembantaian di pulau Utoya, Sabtu (20/08/11)

Pembantaian

Pada tanggal 22 Juli, Ander Behring Breivik melakukan pembantaian, serangan paling mematikan terjadi di Norwegia dan merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II, yang mengguncang bangsa yang dikenal tenang dan normal.

Behring Breivik melakukan aksinya dengan pertama-tama meledakkan sebuah bom mobil di luar gedung pemerintahan di Oslo. Aksi ini mengakibatkan delapan orang tewas. Setelah itu, dia pergi ke pulau Utoeya yang berjarak sekitar 40 kilometer baratlaut ibukota Oslo. Di sana, dia menyamar sebagai polisi dan menghabiskan waktu sekitar hampir satu setengah jam menembaki 69 orang, sebagian besar dari mereka adalah remaja, hingga tewas dengan cara yang sangat terencana.

Andy Budiman Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan