1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Teroris Masih Kuasai Mal Kenya

Tembakan intensif dan dua ledakan terdengar di hari ketiga penyanderaan yang dilakukan kelompok militan atas sebuah mal di Kenya. Rekaman video dan keterangan saksi menggambarkan kebrutalan tersebut.

Sekitar puluhan penyerang terlibat dalam serbuan di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi yang meninggalkan setidaknya 68 tewas, demikian laporan media di Kenya setelah mempelajari rekaman kamera keamanan.

Rekaman video itu mengkonfirmasi keterangan para saksi mata bahwa para penyerang – bersenjatakan granat, senapan dan pistol – menyerbu mal dari sisi depan dan belakang.

Kelompok terbesar datang melalui pintu depan dan menyerang sebuah kafe dengan senapan mesin dan granat.

Kelompok lainnya yang terdiri dari empat penyerang mengenakan penutup wajah masuk melalui pintu masuk ke arah tempat parkir bertingkat setelah menembak penjaga.

Kelompok itu kemudian lanjut ke tempat parkir mobil di atap di mana sebuah pesta sedang digelar oleh sebuah stasiun radio lokal.

Para penyerang melemparkan dua granat ke arah kerumuman, tapi hanya satu yang meledak.

Para penyerang melemparkan sebuah granat ke arah pintu masuk ke mal, menembaki para pengunjung dan penjaga toko.

Lolos dari maut karena syahadat

Orang-orang diperintahkan membaca syahadat Islam, demikian menurut keterangan sejumlah saksi. Mereka yang bisa membaca setidaknya satu dari dua kalimat syahadat selamat. Mereka yang tidak bisa ditembak di tempat.

“Saat saya menyebutkan kalimat pertama syahadat, mereka beralih ke orang lain. Begitulah cara saya selamat,“ kata salah seorang yang selamat dari penyerbuan.

Sementara kelompok yang lebih besar saat itu bertempur di depan mal.

Rekaman gambar juga memperlihatkan para anggota kelompok itu menembaki pintu toilet setelah mengetahui ada banyak orang bersembunyi di sana.

Serangan terburuk sejak 1998

Latar belakang laporan tersebut adalah hubungan erat antara Israel dan Kenya. Pusat perbelanjaan Westgate juga sebagian dimiliki oleh seorang pengusaha Israel. Selain itu warga Israel sudah berulangkali menjadi sasaran serangan teror di Kenya.

Menurut pemerintah Kenya, kelompok Islamis menyerbu dan menyandera pegawai dan pelanggan Mall. Sabtu (21/)) malam, aparat keamanan berhasil membebaskan lima orang sandera. Kepolisian mengklaim, pihaknya berhasil melumpuhkan salah seorang tersangka teroris yang saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Serangan ini adalah yang terburuk sejak serangan bom di Kedutaan Besar Amerika Serikat 1998. Saat itu lebih dari 200 orang tewas.

Al-Shabbab tuntut penarikan mundur pasukan Kenya

Beberapa jam setelah penyerbuan, kelompok teroris Al-Shabbab mempublikasikan via sosial media, pejuang-pejuangnya telah "membunuh lebih dari seratus penduduk kafir Kenya." Sedangkan penduduk muslim yang terjebak di dalam Mall dibiarkan hidup dan telah "dikawal keluar gedung."

Kelompok tersebut dilaporkan memaksa setiap sandera membaca Al-Quran. Mereka yang tidak bisa dieksekusi di tempat.

Serangan itu diklaim sebagai tindakan balas dendam terhadap misi militer Kenya di Somalia. Sejak 2011 militer Kenya berperang melawan milisi al-Shabbab di Somalia. Kelompok tersebut menuntut pemerintah Kenya menarik pasukannya dari negeri jiran tersebut.

ab/rzn (rtr/dpa/afp)