1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Teror Baru atas Perempuan Pakistan

Seorang pria menikam sedikitnya 25 perempuan sebulan terakhir di Pakistan. Menciptakan teror yang membuat perempuan takut ke luar rumah. Inilahbentuk terbaru kekerasan atas perempuan di negara konservatif itu.

“Sebagian besar insiden terjadi setelah matahari terbenam,  meski sejumlah anak perempuan pelajar juga diserang ketika dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumah,” kata Haseeb-ul-Hassan, juru bicara kepolisian di distrik Sahiwal, sebelah timur provinsi Punjab.

“Kami tidak bisa mengkonfirmasi jumlah total insiden, tapi kira-kira antara 25 hingga 30 kasus.”

Para dokter mengatakan hampir semua perempuan yang menjadi korban di kota Chichawatni, 450 km selatan ibukota, ditikam pada bagian kaki, perut atau punggung. Motif serangan itu masih belum jelas, meski polisi menduga pelakunya mengalami gangguan jiwa.

“Sebagian besar perempuan itu ditikam setelah matahari terbenam, sementara dua diantaranya mengenakan burqa saat kejadian,” kata Dr. Asim Waqar dari rumah sakit Chichawatni.

Burqa adalah pakaian perempuan yang menutup rapat seluruh bagian tubuh dan hanya menyisakan bagian mata, dan merupakan jenis pakaian yang biasa dipakai kelompok muslim konservatif.

Pelaku tunggal

Rumah sakit pertama kali menerima kasus ini pada 6 Oktober lalu dan sejak saat itu menerima dua atau tiga kasus sejenis setiap hari. Beberapa korban memerlukan jahitan atau operasi untuk menyembuhkan luka.

Dalam serangan baru-baru ini, seorang laki-laki menggunakan sepeda motor, ia kemudian turun dan berkali-kali menikam seorang perempuan  berumur 22 tahun, saat peremuan itu sedang berdiri di luar rumah bersama saudara perempuannya, kata Waqar.

Polisi kini memburu seorang tersangka pelaku tunggal, kata seorang pejabat Chichawatni bernama Tahir Aijaz. Mereka telah mengumumkan bakal memberikan hadiah senilai 2.000 US dollar bagi siapapun yang berhasil menangkap pelaku.

Kebanyakan korban tidak melaporkan serangan itu karena polisi punya reputasi buruk dan mereka dilarang oleh tradisi untuk bicara dengan laki-laki asing. Polisi mengatakan bahwa banyak perempuan dan anak gadis yang kini takut ke luar rumah pada malam hari, bahkan para pelajar perempuan juga takut pergi ke sekolah.

Kekerasan atas perempuan adalah hal yang jamak di Pakistan dan para aktivis mengatakan sejumlah perempuan dibunuh setiap hari. Polisi yang kekurangan dana, jarang bisa memecahkan kasus kejahatan, dan kalaupun bisa maka akan memerlukan waktu pengungkapan bertahun-tahun.

ab/hp (rtr,afp,ap)

Laporan Pilihan