1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Terobosan Dalam Sengketa Atom Iran

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman menyepakati "framework" bagi penghentian program atom Iran. Kesepakatan itu dinilai sebagi langkah bersejarah yang akan membuat dunia lebih aman.

Setelah menggelar perundingan maraton selama 8 hari di Lausanne Swiss, akhirnya Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yakni AS, Inggris, Perancis, Cina dan Rusia ditambah Jerman Kamis (2/3) malam menyepakati "framework" bagi penghentian program atom Iran. Para diplomat yang terlibat perundingan menyebutkan, walau kesepakatannya masih ringkih dan belum final, tapi terdapat harapan bagi penuntasan sengketa nuklir yang sudah berlarut selama 12 tahun.

Dalam kerangka kerja yang masih harus diolah jadi kesepakatan final hingga 30 Juni itu, antara lain diatur penghentian sementara program atom Iran selama minimal satu dekade. Sekitar dua pertiga instalasi sentrifugal Iran yang mampu memperkaya dan memproduksi uranium harus dinonaktifkan. Selain itu Teheran harus mengizinkan pemeriksaan oleh para inspektur atom. Sebagai imbalannya, semua sanksi barat terhadap Teheran akan dicabut.

Tercapainya kesepakatan "framework" bagi penuntasan sengketa atom itu disambut gembira warga di Teheran maupun di negara-negara barat. Presiden AS, Barack Obama menyebutnya sebagai kesepatan bersejarah yang akan membuat dunia jadi lebih aman.

Rusia juga menyatakan, kesepakatan itu akan memberikan impak positif bagi situasi keamanan di Timur Tengah secara keseluruhan. Sementara perhimpunan negara-negara Teluk yang biasanya mencemaskan program atom Iran, tidak memberikan tanggapan. Hanya PM Israel, Benjamin Netanyahu yang mengecam kesepakatan itu.

Sanksi dicabut bertahap

Berdasar kesepakatan Lausanne, Amerika Serikat dan Uni Eropa akan mencabut secara bertahap sanksi terhadap Iran, tergantung dari kemajuan penerapan kesepakatan di Iran. Juga sanksi PBB secara simultan akan dicabut secara bertahap. Hanya sanksi terkait proliferasi teknologi senjata atom akan dipertahankan hingga semua persyararatan dalam kesepakatan ditaati.

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan :"Kami masih jauh dari terget yang kami inginkan". Zarif juga menunjuk kebijakan AS yang akan melansir "fact sheet" sepihak yang tidak sesuai dengan kehendak Teheran. "Solusi ini sudah bagus untuk semua pihak. Tidak perlu ada provokasi dengan menerbitkan fact sheet sepihak", ujar Zarif.

Menteri luar negeri Iran itu juga menegaskan, perbedaan pendapat serius dengan Washington yang hingga kini masih bertahan, tidak ada kaitannya dengan kesepakatan di Lausanne. AS menuduh Iran berusaha menciptakan destabilisasi kawasan, dengan melibatkan diri dalam konflik sektarian dari Suriah, Irak hingga Yaman. Washinton juga menuding Teheran mendalangi terorisme serta melecehkan hak asasi manusia.

as/vlz (rtr,afp,ap,dpa)

Laporan Pilihan