1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Terlalu Banyak Duduk Akibatkan Kelumpuhan?

Peneliti AS mengatakan, lansia atau warga berusia 60 tahun ke atas yang terlalu banyak menghabiskan waktu sambil duduk bisa membahayakan kesehatan. Tidak peduli sesering apapun mereka berolahraga.

Resiko penduduk lanjut usia (lansia) menjadi lumpuh berlipat ganda untuk setiap jam tambahan dimana mereka menghabiskan waktu sambil duduk. Demikian hasil penelitian tim riset Northwestern Universíty yang dipublikasikan di Journal of Physical Activity & Health.

Resiko 50 persen lebih besar

Contohnya, "Ada dua perempuan berusia 65 tahun. Perempuan pertama duduk selama 12 jam per hari dan perempuan lainnya duduk selama 13 jam per hari. Perempuan yang kedua punya kemungkinan 50 persen lebih besar untuk menjadi lumpuh", demikian pernyataan tim riset.

Pengertian "lumpuh" disini adalah keterbatasan untuk melakukan aktivitas normal, seperti makan, berpakaian, mandi, masuk dan keluar tempat tidur, serta melangkah di dalam ruangan. Penelitian ini berdasarkan pengambilan sampel dari 2.286 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas dari National Health and Nutrition Examination Survey.

Olahraga tidak cukup

Masalahnya, survey ini tidak mengamati responden survey sepanjang waktu. Tim riset tidak bisa menarik kesimpulan, apakah dengan hanya duduk dan tidak beraktivitas 100 persen menyebabkan kelumpuhan.

Ketua tim peneliti Dorothy Dunlop dari Northwestern University Feinberg School of Medicine akan meneruskan penelitian untuk mengetahui penyebab dan efek secara terperinci. Ia sendiri terkejut, bahwa gaya hidup sedentary atau kurangnya aktivitas fisik, seperti duduk, dikaitkan sangat kuat dengan kelumpuhan.

"Artinya, dewasa yang lanjut usia harus mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk sekedar duduk. Baik di depan televisi maupun komputer.Tidak peduli betapa aktifnya mereka dalam kegiatan seperti olahraga," demikian tegas Dunlop.

vlz/ap (afp, rtr)

Laporan Pilihan