1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tentara Jerman di Afghanistan Kembali Diserang

Kamis (07/10), di Afghanistan kembali terjadi serangan bunuh diri. Sejumlah tentara Jerman tewas dan mengalami luka-luka. Menteri Pertahanan Jerman menyatakan turut berduka cita.

default

Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg kunjungi tentara Jerman di Afghanistan

Berita mengenai tewasnya serdadu Bundeswehr di Afghanistan diterima Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg ketika berada di Parlemen Jerman. Dan ia langsung menyampaikannya anggota Parlemen, "Di dekat kota Pol-e Khomri di utara Afghanistan, terjadi serangan bunuh diri terhadap pasukan internasional pelindung Afghanistan ISAF, yang sedang berpatroli. Tentara kita juga tergabung dalam satuan tersebut. Seorang tentara kita tewas dan sesuai laporan yang kita peroleh sampai sekarang, terdapat enam tentara terluka.“

Terkait insiden tersebut, Staf Komando Misi Angkatan Bersenjata Jerman Bundeswehr di Potsdam menjelaskan, patroli ISAF tersebut, yang dikerahkan untuk menjaga jalan yang menuju ke sebuah jembatan, sementara ini dihentikan.

Kemudian juru bicara Bundeswehr menerangkan, bahwa tim penyelamat langsung diarahkan setelah insiden itu terjadi. Tetapi, bagi satu tentara Jerman, bantuannya datang terlambat. Mengenai kondisi tentara yang terluka, belum ada keterangan lebih lanjut. Demikian juru bicara itu. Juru bicara Bundeswehr menambahkan, dengan menggunakan helikopter tentara-tentara itu diterbangkan ke barak pasukan di dekat kota Pol-e Khomri.

Di depan parlemen, Menteri Pertahanan Guttenberg juga menyampaikan rasa belasungkawa dan ikut berduka cita kepada keluarga korban. "Pikiran dan doa kita ditujukan pada tentara dan keluarganya. Rekan-rekan di Parlemen, misi yang menewaskan dan melukai ini diputuskan di gedung ini demi keamanan kita. Saya ulangi, pikiran dan doa-doa kita ditujukan pada keluarga korban dan tentara kita.“

Sedikitnya 4.700 prajurit Jerman ditempatkan di Afghanistan saat ini. Provinsi Baghlan, tempat serangan itu terjadi, adalah kawasan yang diawasi oleh militer Jerman. Baghlan sesungguhnya merupakan kawasan yang cukup aman. Karena itu, Agustus lalu Menteri Pertahanan Guttenberg melakukan kunjungan ke kawasan tersebut. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai situasi tempur di Afghanistan, ia antara lain mengunjungi sebuah pos penjaga militer yang terletak 70 kilometer dari markas Bundeswehr di Kunduz.

Pasukan internasional di Afghanistan masih saja terancam menjadi sasaran serangan pemberontak. Awal tahun 2010 ini, pemerintah Jerman mengubah strateginya di Afghanistan. Tugas pasukan Jerman di sana terutama untuk mendidik aparat keamanan Afghanistan. Karena itu, sering kali Bundeswehr meninggalkan markasnya untuk mengadakan latihan berpatroli dengan prajurit dan polisi Afghanistan.

Tahun 2010 ini, tentara dan warga sipil Afghanistan mengalami kerugian besar. Sedikitnya 500 tentara asing tewas. Namun militer Jerman tetap mempertahankan strateginya di Afghanistan.

Anja Günther/Andriani Nangoy

Editor: Asril Ridwan