1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Temu G20 Berakhir Tanpa Kesepakatan

Jerman akhirnya melunak. Jalan semakin mulus bagi negara-negara G20 untuk menggalang 2 triliun Dolar dalam mencegah bertambah luasnya dampak krisis utang zona Euro.

Pertemuan menkeu dan bank sentral G20 di Meksiko City

Pertemuan menkeu dan bank sentral G20 di Meksiko City

Pertemuan para menteri keuangan dari negara-negara 20 ekonomi utama (G20) di Meksiko City berakhir hari Minggu (26/2). Mereka berupaya menggalang dana talangan pada akhir April untuk meyakinkan kalangan pasar bahwa krisis zona Euro mampu diredam sebelum memperparah pemulihan ekonomi dunia yang masih rapuh.

Upaya kali ini menjadi yang terbesar sejak tahun 2008 saat negara-negara G20 mengumpulkan 1 triliun Dolar untuk menyelamatkan perekonomian global dari krisis kredit yang berawal di Amerika Serikat dan menyebabkan resesi terburuk sejak tahun 1930-an. Negara anggota G20 menuntut negara-negara Eropa menambah dana talangan terlebih dahulu, baru negara-negara lainnya menyuntikkan dana ekstra melalui Dana Moneter Internasional (IMF).

Jerman menyatakan keberatan

Sebagai perekonomian terbesar di Eropa, dukungan Jerman amatlah penting. Menteri keuangan Jerman, Wolfgang Schäuble, mengaku siap membahas penguatan dana talangan di bulan Maret. Namun menurutnya, saat ini tidak ada alasan untuk meningkatkan jumlah dana talangan karena situasi pasar finansial telah membaik.

Presiden Bank Sentral Jerman Jens Weidmann (kiri) dan Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble berbicara di pertemuan G20 di Meksiko City

Presiden Bank Sentral Jerman Jens Weidmann (kiri) dan Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble berbicara di pertemuan G20 di Meksiko City

"Kami siap mengambil keputusan di bulan Maret. Tapi masih ada tanggal 1 sampai 31 untuk mengecek ulang. Juga menyangkut perkembangan terkini, apakah total dimensi mekanisme bantuan yang sudah ada cukup atau tidak, akan kami cek lagi sebelum mengambil keputusan," jelas Schäuble.

Rencana besarnya adalah menggabungkan dana talangan sementara dan permanen Eropa, yakni Dana Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) dengan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM). Total dana yang tercipta mencapai 1 triliun Dolar. Berlin selama ini mewanti-wanti bahwa jumlah dana yang lebih besar akan memperkecil tekanan bagi negara-negara Eropa yang bermasalah untuk memberlakukan pengetatan fiskal dan reformasi ekonomi.

Para petinggi yang hadir dalam pertemuan G20 menilai Jerman berusaha mengulur waktu. Hari Senin (27/2), parlemen Jerman Bundestag menggelar voting menyangkut paket penyelamatan kedua bagi Yunani. Banyak anggota Bundestag yang skeptis bahwa Athena mampu memenuhi syarat mengurangi utang negara hingga mencapai 120 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2020.

Kritik terhadap Eropa melemah

Amerika Serikat kembali menekankan tidak akan menyuntik lebih banyak dana. Namun tidak akan menghalangi negara manapun yang ingin meminjamkan dana kepada IMF. Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner menilai inisiatif terbesar tetap harus datang dari negara-negara Eropa. Meski demikian, ia memuji keputusan paket penyelamatan kedua bagi Yunani yang merupakan sumber masalah.

"Penting untuk menghargai para pemimpin Eropa menyangkut respon yang lebih kredibel dalam 4 bulan terakhir. Itu sangat penting dan dampaknya sangat besar terhadap pemulihan ekonomi dunia. Mengurangi ketegangan sistem finansial di akhir tahun 2011. Namun juga penting untuk tidak beristirahat karena ada kemajuan. Masih banyak tugas di depan, jadi dibutuhkan dana talangan yang lebih mapan," tegas Geithner.

Carissa Paramita/rtr/afp

Editor: Marjory Linardy

Laporan Pilihan