1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Inovator

Teknologi Baru Turbin Lepas Pantai

Bisnis tenaga angin tidak selalu menguntungkan. Kini perusahaan teknologi Siemens mengembangkan program penghematan dan teknologi canggih yang bisa mengatasi masalah ini.

Turbin berkapasitas 3,6 megawatt ini adalah model yang paling banyak terjual dari Siemens Wind Power. Yakni, lengkap dengan transmisi mekanik dalam gondola kincir angin yang mengubah rotasi menjadi energi listrik.

Kini, Siemens memproduksi turbin yang bekerja tanpa transmisi semacam itu. Energi ditransfer lewat magnet. Harganya lebih mahal, tapi banyak kelebihannya. Michael B. S. Pedersen dari Siemens Wind Power Werk Brande menjelaskan: "Kerumitan dikurangi. Turbin tanpa transmisi memiliki suku cadang mekanik 50 persen lebih sedikit."

Upaya menurunkan biaya logistik

Artinya: bobot lebih ringan dan lebih sedikit suku cadang yang bisa aus dan kelak harus direparasi atau diganti. Ini hal terpenting dalam bisnis pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai. Karena biaya yang sangat tinggi untuk instalasi dan pemeliharaan di laut mengurangi keuntungan.

Pimpinan Siemens Wind Power Markus Tacke juga ingin menurunkan biaya logistik secara drastis dan menerapkan perakitan secara modular. "Dulu mesin komplit dirakit di pabrik, lalu harus diangkut ke pelabuhan. Kini dengan prinsip modular, komponen dibagi dalam unit lebih kecil sehingga lebih mudah dibawa ke pelabuhan. Di sana ada cukup tempat untuk merakit turbin dan mengangkutnya ke laut. Jadi transportasi darat yang rumit bisa dihindari."

Harga harus terjangkau

Namun tetap saja bobot yang harus diangkut saat transportasi masih sangat besar. Teknologi baru diharapkan mampu memacu perkembangan baru. Kincir tidak harus selalu berukuran sangat besar untuk bisa menghasilkan energi yang lebih banyak.

"Proyek baru dilengkapi dengan mesin 4 megawatt dan diameter rotor 130 meter. Kenaikan efisiensi mencapai 15 persen. Untuk lepas pantai, ini bukan perkembangan terakhir. Proyek selanjutnya adalah mesin 6 megawatt dengan diameter rotor 154 meter. Ini juga belum merupakan akhir dari perkembangan teknologi tersebut", tandas Tacke.

Namun, visi masa depan Siemens tergantung pada biaya produksi. Turbin angin terbaik pun harus berupa produk industri yang harganya terjangkau. Jika tidak, produk tersebut tidak akan punya peluang di pasar global.

Laporan Pilihan