1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Teknologi Antariksa Cina Ungguli Eropa

Keahlian Cina dalam teknologi maju kini merambah bidang penelitian dan penerbangan antariksa yang dikatakan sudah melebihi Eropa. Misi antariksa Cina kini mendapat dukungan dari Jerman.

Misi antariksa terkini Cina dimulai pekan lalu saat pesawat antariksa yang membawa tiga astronot diluncurkan ke orbit untuk menjalani misi selama 15 hari. Setelah pesawat merapat ke stasiun antariksa, para awak akan menjalankan eksperimen pengobatan dan ilmiah di laboratorium antariksa eksperimen , Tiangong 1. Tiangong, artinya istana langit, adalah bukti ambisi Cina untuk menjadi yang terdepan dalam bidang antariksa.

Program Antariksa Ambisius

Militer Cina, yang bertanggung jawab bagi penerbangan antariksa, ingin membangun stasiun antariksa hingga 2020 yang sama besarnya dengan pusat antariksa MIR milik Uni Soviet dan akan ditempati astronot peneliti secara terus-menerus. Setiap penerbangan ke antariksa semakin mendekatkan Cina dengan ambisi tersebut.

Misi dengan pesawat antariksa Shenzhou 10 dilakukan sepuluh tahun setelah Cina menerbangkan astronot pertamanya ke luar angkasa. "Shenzhou 10 akan merapat dua kali ke stasiun," jelas Wu Ping, juru bicara program antariksa Cina. "Sekali secara otomatis, dan kedua kali dikendalikan oleh astronot." Penerbangan antariksa dianggap sangat penting di Cina dan diikuti penuh minat oleh warganya.

Kerjasama Ilmiah dengan Jerman

Eksperimen ilmiah pada gravitasi nol tidak akan memainkan peran besar dalam misi ini. Pada misi tak berawak tahun 2011, Shenzhou 8, Cina berkolaborasi dengan ilmuwan Jerman.

China - Rakete Shenzhou-10 Taikonauten

Tiga astronot Cina dalam misi pesawat antariksa Shenzhou 10

Pusat penelitian aeronotika dan antarika Jerman (DLR) menyediakan SIM-box, atau Science in Microgravity bagi penerbangan angkasa orbital. Dalam misi tersebut dilakukan 17 eksperimen biologi dan pengobatan. Saat itu, Gerd Gurppe, anggota eksekutif dewan misi antariksa membanggakan kerjasama dengan Cina. "Kami berhasil melewati Tembok Cina dan mewujudkan kemitraan dalam penerbangan pesawat antariksa berawak bagi Jerman."

Kini, Cina telah unggul atas Eropa dalam bidang penerbangan antariksa dan berada di peringkat ketiga setelah Rusia dan Amerika Serikat sebagai negara yang paling sering menerbangkan pesawat berawak ke antariksa. Bagaimana dengan reaksi NASA, bisa disimak pada halaman kedua.

Laporan Pilihan