1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tegangan Tinggi untuk Biaya Perlindungan Iklim Uni Eropa

Selain tema personil dan reformasi UUD, perlindungan iklim juga menjadi agenda utama KTT Uni Eropa yang dimulai Kamis (29/10) di Brussel. Terutama bagi pembiayaan target perlindungan iklim masih harus dicari kompromi

default

Masalah pembiayaan sasaran perlindungan iklim Uni Eropa timbulkan tegangan tinggi

Perlindungan iklim mahal dan terutama karena itulah menimbulkan debat di Uni Eropa. Tema sengketa adalah pembagian biaya internal dan besarnya dana bantuan untuk negara-negara berkembang. Komisaris urusan Lingkungan Uni Eropa Stavros Dimas

„Tidak ada uang, tidak ada kesepakatan. Tanpa uang yang disodorkan untuk perundingan di Kopenhagen kita tidak akan mencapai kesepakatan."

Tapi terakhir kali Menteri Keuangan Uni Eropa gagal mencapai kesepakatan dalam hal bantuan keuangan nyata bagi negara-negara berkembang. Diawali Polandia, 9 negara anggota dari timur dan barat Eropa menolak memberikan janji, karena pembagian beban biaya belum jelas. Dalam pertemuan puncak di Brussel, kepala negara dan pemerintahan Uni Eropa diharapkan menyampaikan pernyataan yang menentukan agar Swedia sebagai Ketua Dewan Eropa dapat membawa mandat perundingan yang jelas ke perundingan iklim di Kopenhagen.

Dalam upaya mencapai kompromi, hal itu dapat tergantung dari janji bantuan finansial negara-negara kaya Uni Eropa untuk negara-negara anggota barunya. Polandia misalnya, meminta bantuan Uni Eropa untuk memperbaharui pabrik batu baranya. Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barosso mengharap dapat tercapai kesepakatan, karena sebagai pionir dalam hal perlindungan iklim di dunia, Uni Eropa sadar akan kewajibannya.

Guna membantu negara-negara berkembang diperkirakan sampai tahun 2020, diperlukan dana sekitar 100 milyar Euro per tahunnya. Masih belum diketahui berapa besar biaya yang selanjutnya dapat dan akan ditanggung Uni Eropa. Komisi Eropa mengusulkan jumlah 15 milyar Euro. Meskipun demikian sejumlah negara termasuk Jerman, tidak ingin menyebutkan angka kongkrit terlalu dini. Anggota parlemen Eropa Werner Langen

"Jika kini ditawarkan 50 milyar, negara-negara berkembang akan meminta 100 milyar. Pertama-tama harus ada kesediaan ikut ambil bagian dalam keputusan kongkrit, baru kemudian menurut pendapat saya, masalah uang dapat dibicarakan."

Dalam pengurangan emisi rumah kaca sasarannya sudah ditetapkan: Pelepasan CO 2 Di seluruh Uni Eropa sampai tahun 2020 akan dikurangi seperlimanya, dibanding jumlah yang dilepaskan tahun 1990. Hal ini untuk selanjutnya tidak hanya berlaku bagi sektor industri tapi juga untuk transportasi kapal dan penerbangan. Di seluruh dunia kedua sektor tersebut melepaskan sekitar enam persen emisi gas rumah kaca.

Jika negara-negara lain mengikutinya, di Kopenhagen Uni Eropa akan menawarkan mengurangi pelepasan CO 2 sampai 30 persen hingga tahun 2020. Selain itu dalam pertemuan puncak iklim Uni Eropa akan mengupayakan agar sampai tahun 2050 negara-negara industri berkewajiban mengurangi pelepasan emisi karbondioksidanya sampai lebih dari 80 persen.

Susanne Henn/Dyan Kostermans

Editor: Christa Saloh