1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Tanpa Telur, Tanpa Keju: Tren Vegan

Semakin banyak orang di Jerman memilih hidup vegan. Apa latar belakang gaya hidup ini? Ingin hidup lebih sehat, atau keyakinan moral?

"Anda ingin Cappuccino dengan susu kedelai atau susu almond?" Anke Cox bertanya dari belakang meja di kafenya, kemudian menekan tombol pada mesin pembuat kopi. Setelah jadi, dengan tersenyum ia menyerahkan secangkir kopi kepada pembeli dan mengucapkan, "Semoga hari Anda indah."

Anke Cox adalah pemilik kafe Mae's. Ini adalah kafe vegan pertama di Bonn, yang dibuka Oktober 2013. Pada menunya tidak ditemukan satupun bahan yang berasal dari hewan. Cox sudah lama ingin membuka sebuah kafe. Menu yang ditawarkan sesuai gaya hidupnya sendiri. Ia memilih hidup vegan lima tahun lalu.

Awalnya hidup sehari-hari sulit, cerita Cox. Setiap belanja perlu dua jam, karena kandungan setiap bahan makanan harus diteliti, agar bahan yang berasal dari hewan yang tersembunyi sekalipun, tidak terlewatkan. Mencari rumah makan juga tidak mudah. "Saya frustasi karena selalu harus berdiskusi lama dengan pelayan atau kokinya, saya juga frustasi karena akhirnya hanya makan makanan pelengkap saja", tutur Cox.

Café Mae’s in Bonn EINSCHRÄNKUNG

Anke Cox, pemilik kafe Mae's

Ia akhirnya menemukan tips rumah makan vegan di internet, yaitu di situs 'Deutschland is(s)t vegan'. Majalah online itu menjadi pintu bagi peminat vegan di seluruh Jerman. Mereka memberikan informasi tentang kemungkinan berbelanja, bahan makanan vegan, juga proyek dan acara tentang sumber daya terbarukan.

Belanja di Supermarket

Sebagian besar orang yang mengunjungi situs milik sekelompok bloger itu membaca artikel tentang produk-produk vegan yang bisa dibeli di supermarket. "Minat itu menunjukkan, veganisme sudah sampai di tengah masyarakat. Tema ini sekarang menyebar dengan cepat", kata editor utamanya Patrick Bolk.

Bolk hidup vegan karena keyakinan. Sementara faktor kesehatan jadi aspek kedua. Menurut studi yang dilaksanakan organisasi penelitian pasar, "Gesellschaft für Iinnovative Marktforschung", sebagian besar orang yang hidup vegan hanya melaksanakannya sebagai gaya hidup saja.

Itu dibenarkan Bolk. Awal gaya hidup ini adalah upaya perlindungan hewan, tetapi tren saat ini dasarnya lebih pada aspek kesehatan diri sendiri saja, demikian Bolk. "Veganisme bagi masyarakat umum adalah gaya hidup yang menarik dan sehat." Tentu saja Bolk berharap lebih banyak orang menjadi vegan karena keyakinan. Tapi baginya, pernyebarluasan topik ini juga penting.

Vegan? Saya Tertarik!

Veganisme menuntut langkah konsekuen dalam menyantap makanan, ditekankan Silke Schwartau, kepala bagian makanan pada pusat konsultasi konsumen di Hamburg. Beberapa waktu lalu ia dan timnya mempublikasikan hasil analisa pasar produk jadi yang vegan. Hasilnya lumayan bagus. Tetapi sejumlah kecil makanan yang dites ternyata mengandung lemak dan garam dalam jumlah berbahaya.

"Di internet timbul diskusi intensif, tidak semua orang bereaksi positif atas studi kami", kata Schwartau. "Banyak orang yang vegan menulis, bagi mereka kekurangan pada produk tidak penting, selama tidak ada hewan yang dibunuh dan disiksa." Lagipula orang yang memilih hidup vegan biasanya jarang membeli makanan olahan.

"Hidup vegan tidak otomatis berarti hidup sehat, seperti halnya makanan yang mengandung daging dalam jumlah besar bukan berarti makanan tidak sehat", jelas pakar makanan dan gizi itu. Semuanya tergantung tipe dan jumlah yang dikonsumsi, ditambahkan Schwartau.

Ia juga melihat semakin besarnya minat masyarakat atas hidup vegan. Itu tidak disangka sama sekali 20 tahun lalu. "Tahun 80-an, orang vegan adalah kelompok kecil dalam masyarakat, sebagian benar-benar kurang gizi, karena produk yang mengimbanginya belum ada," dijelaskan Schwartau. Sedangkan sekarang pusat penyuluhan konsumen selalu mendapat pertanyaan tentang makanan vegan.

'Kaffee to go' yang Vegan

Apakah tamunya vegan atau tidak, apakah berdasarkan keyakinan atau tidak, bagi Anke Cox tidak terlalu penting. Tidak semua tamu sadar, bahwa dalam menu yang ada hanya minuman dan makanan vegan. Itulah yang dikehendaki pemilik kafe Mae's itu.

Ia tidak mengiklankan kafenya hanya sebagai kafe vegan. Walaupun makanan dan minuman yang ditawarkan tidak mengandung bahan dari hewan, ia tidak mau mengagetkan siapapun. Semua orang disambut di kafe Mae's.

Laporan Pilihan