1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tanggapi Rencana NATO, Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua

Rusia dilaporkan berhasil menguji rudal jarak jauh mereka. Uji coba rudal balistik antar benua ini dianggap sebagai jawaban Rusia atas rencana penempatan penangkis rudal NATO di Eropa.

Awal pekan, dalam pertemuan di Chicago, Amerika Serikat, Pakta Pertahanan Atlantik Utara menyatakan akan mengoperasikan tahap pertama perisai pertahanan rudal NATO yang ditempatkan di Eropa. Rusia menanggapi keputusan ini dengan cepat dan melakukan uji coba rudal jarak jauh baru. “Ini merupakan tanggapan atas penempatan sistem anti-rudal global milik AS,” demikian dikatakan mantan kepala strategi militer Rusia, Victor Essin kepada kantor berita Rusia Interfax.

Rudal baru milik Rusia ini dikabarkan akan sulit dideteksi oleh sistem pertahanan seperti penangkis rudal NATO di Eropa. Seorang juru bicara Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan kepada kantor berita Ria Novosti bahwa rudal tersebut untuk meningkatkan kemampuan tempur militer Rusia, termasuk “kemampuan untuk mengatasi sistem pertahanan rudal.”

Uji Coba ke Dua

Rudal tersebut ditembakkan dari sebuah peluncur mobile di utara Rusia, demikian dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementrian Pertahanan Rusia. Sesuai rencana, hulu ledak imitasi berhasil mendarat di semenanjung Kamchatka. Menurut sumber militer, tes pernama rudal jenis ini mengalami kegagalan pada September 2011. Dikatakan, rudal jatuh 10 kilometer dari tempat peluncuran.

Saat ini Rusia memiliki ratusan rudal jarak jauh yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat dan hampir 2.000 hulu ledak nuklir. Namun sebagain besar rudal yang dimiliki diproduksi di era Uni Soviet. Rusia khawatir bahwa teknologi yang dipakai kala itu tidak akan mampu mengatasi kemampuan sistem penangkis rudal NATO.

Rusia Persenjatai Diri

Di Chicago, NATO menyatakan bahwa sebagian dari sistem penangkis rudal mereka telah siap dioperasikan. Menurut Amerika Serikat, penempatan penangkis rudal di Eropa ini, salah satunya adalah sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari serangan rudal yang mungkin dilancarkan Iran, dan sama sekali tidak membahayakan keamanan Rusia.

Presiden Vladimir Putin, sebelum terpilih kembali menjadi presiden, dalam kampanyenya mengatakan akan kembali melakukan program persenjataan besar-besaran. Tahun lalu, Rusia membangun sistem radar anti-rudal di dekat perbatasan ke Polandia. Bertepatan dengan uji joba rudal terbaru, Rusia juga melakukan uji coba operasi radar anti-rudal di Siberia.

yf (rtr/dap/afp)

Laporan Pilihan