1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Tanaman Energi untuk Masa Depan

Budi daya tanaman yang minyaknya digunakan untuk energi menjadi kontroversi, karena dianggap menyita lahan untuk pengambangan tanaman pangan. Peneliti di Jerman mencari solusinya.

Sebuah pesawat tak berawak melakukan pengambilan gambar jarak jauh, terbang untuk ilmu pengetahuan. Para ilmuwan dari Helmholtz Centre Jülich menggunakan pesawat semacam robot terbang secara intensif. Di lahan percobaan ditanam varietas baru tanaman energi.

Bila mengambil gambar dari atas, maka peneliti bisa lebih tepat menilai varietas mana yang paling tinggi volume panennya untuk produksi biofuel. Sebuah metode yang elegan, terutama jika cuaca bersahabat.

18.04.2008 DW-TV GLOBAL3000 Biosprit

Simbol biofuel

Ulrich Schurr, salah satu peneliti tanaman menceritakan: "Selalu menyenangkan menengok ke sana dan setelah itu melihat gambarnya. Tentu saja yang lebih menarik adalah memperoleh data dari gambar itu, dan kita bisa mulai melakukan sesuatu hal."

Masa depan pasokan energi

Di Helmholtz Centre Jülich masa depan pasokan energi merupakan tema penelitian utama. Misalnya, riset tanaman penghasil energi. Tanaman apa yang memiliki kemampuan tumbuh dengan cepat dan seragam? Ulrich Schurr yang merupakan ilmuwan tanaman dari Helmholtz Centre Jülich menjelaskan: "Gambar-gambar yang diambil dari atas ini, lazimnya tidak dimiliki peneliti. Dari luar sana, biasanya hanya diketahui aspek umum dari ladang normal, dan kalau melihat dari atas saya kini punya sudut pandang lain terkait homogenitas tanaman. "

Rekaman panjang gelombang yang berbeda-beda, menunjukkan sebagus apa fungsi fotosintesa tanaman, berapa banyak nutrisi yang dibutuhkan dan seberapa cepat pertumbuhannya.

Tantangan yang dihadapi

Tantangannya: tanaman energi seharusnya tidak lagi mencuri lahan yang dibutuhkan untuk produksi pangan. Spesies tumbuhan dari Amerika Utara ini, dapat membantu mengakhiri konflik antara tanaman untuk bahan bakar dan tanaman pangan. Ulrich Schurr, sang peneliti Helmholtz Centre di Jülich kembali memaparkan: "Dengan tanaman ini, kita mencoba menghindari konflik, karena kita dapat menanamnya di lahan marjinal, di tanah kurang subur yang tidak cocok untuk produksi pangan.“

Paling banyak hasilnya

E10-Biosprit

Perdebatan panjang tanaman untuk pangan vs energi.

Di rumah kaca, para pakar meneliti pertumbuhan sekitar 500 tanaman per hari secara otomatis. Tujuannya: menemukan varietas yang paling banyak hasil panennya dan berdaya tahan tinggi, sebagai tanaman energi terbaik.

Yang terpenting: pertumbuhan akar. Ini terlihat di komputer tomografi yang dikembangkan khusus. Tanaman energi perlu akar yang kuat, agar cepat melakukan regenerasi seusai panen.

Jaringan peneliti

Schurr membentuk jaringan yang terdiri dari empat lembaga penelitian dan universitas. Bersama-sama mereka ingin menerapkan ilmu pengetahuan itu ke dalam praktik pertanian.

Dalam riset tanaman modern para ilmuwan melihat potensi besar. Terdapat kemungkinan, mengganti minyak bumi dengan tanaman energi, sekaligus menjamin kecukupan pangan bagi umat manusia.Ulrich Schurr yang juga menjabat sebagai kepala bio Ekonomi Pusat Ilmu Pengetahuan mengatakan: "Di masa depan akan ada berbagai macam spesies tanaman yang bisa kita gunakan. Baik tanaman yang kini dimanfaatkan untuk sektor energi, maupun tanaman dalam sektor pangan. Artinya kita akan memiliki cukup banyak ragam tanaman. Jadi bukan satu jenis tanaman yang multifungsi, melainkan untuk kegunaan yang berbeda digunakan beragam jenis tanaman."

Mencari solusi konflik

Tanaman biji-bijian yang biasanya digunakan untuk bahan makanan, di masa depan tak boleh dimanfaatkan sebagai tanaman energi. Hanya sampah yang tidak bisa digunakan untuk produksi pangan, masih akan diolah lebih jauh. Sebab dari jerami dapat diperoleh bahan bakar untuk dicampur dengan bensin atau bahkan sebagai bioetanol murni.

Para ilmuwan di Jülich terutama meneliti tanaman energi yang tumbuh di lahan tak subur. Mereka ingin memastikan bahwa areal berharga bagi tanaman pangan tidak lagi dikorbankan.

Energi dari ladang - juga pemerintah Jerman mengharapkan konsep ini memiliki masa depan cerah. Pemerintah sudah mendukung dana riset sektor ini sebesar 2,4 miliar Euro.

Laporan Pilihan