1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tajuk: Menuju Planet Yang Lebih Panas

KTT Iklim ke-17 di Durban, Afrika Selatan berakhir dinihari Minggu (11/12). Negosiasi dramatis dan alot, yang terpelik dalam sejarah perundingan iklim PBB, mewarnainya.

default

Sekali lagi menjadi jelas di Konferensi Iklim Durban, dunia tidak memiliki niat politik untuk betul-betul menangani perubahan iklim. Terlalu banyak negara yang hanya ingin melakukan sedikit, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, India dan China, hanya lima di antaranya. Sekiranya generasi mendatang mengilas balik konferensi ini, mereka pasti akan mengecamnya. Mereka akan melihat, bahwa kita semua tahu, apa yang kita lakukan di situ.

Pertama, dari segi ilmu pengetahuan: para peneliti iklim sudah tahunan memperingatkan bahwa bila emisi karbondioksida tidak berkurang segera, maka dampak berbahaya dari pemanasan bumi tidak bisa dihindari.

Kedua, dari segi tehnik: kita sudah memiliki berbagai perangkat untuk memproduksi energi yang ramah lingkungan. Listrik yang dihasilkan oleh tenaga angin sudah sama biayanya dengan listrik dari minyak bumi. Bahkan harga listrik berbasis matahari bisa menjadi lebih murah dengan cepat sekali. Di dunia, angin serta matahari berlimpah ruah, dan bisa menggantikan sebagian besar energi dari fosil yang terbatas, seperti batubara, minyak bumi dan gas.

Ketiga, dari segi ekonomi: sedikitnya lima tahun yang lalu, pakar ekonomi Inggris Nicholas Stern sudah memperingatkan bahwa kerugian akibat perubahan iklim akan jauh lebih tinggi bila kita berpangku tangan dan tidak bertindak segera.

Terlampau jauh, terlampau samar

Kenyataannya politik bergeming. Ini tampaknya akibat lobi industri energi minyak bumi dan batu bara. Sektor ini memang akan mengalami kerugian apabila terjadi perubahan besar pada industri energi. Di pihak lain, tekanan masyarakat pun minim. Agaknya, perubahan iklim masih saja dianggap terlampau jauh dan samar untuk dikuatirkan.

Bagi banyak orang di negara-negara termiskin dunia, tepatnya bagi mereka yang paling sedikit menyebabkan emisi gas rumah kaca, pemanasan bumi berarti berkurangnya panen,kekeringan, kelaparan atau bahkan banjir akibat naiknya permukaan air laut. Di negara-negara itu, pemanasan bumi bukan sekedar masalah angka di depan derajat celsius, tetapi menentukan hidup dan mati.

Hasil dari Durban tidak memadai

Keputusan yang diambil di Durban itu memang ada yang positif. Bagus misalnya, karena setelah Protokol Kyoto berakhir, akan ada masa di mana negara-negara masih terikat perpanjangan tanggung jawab atas perlindungan iklim. Juga bagus, bahwa dirundingkan sebuah kesepakatan iklim yang melibatkan negara-negara ambang industri, dan akan diberlakukan mulai 2018.

Namun sayangnya, ini jauh dari cukup. Sekedar sebuah perundingan Durban tidak akan menghentikan perubahan iklim. Tak satupun derajat selsius pemanasan bumi akan terhindar bila kita tidak bertindak sekarang. Dan nanti, tak seorangpun bisa mengaku bahwa dia belum pernah diperingatkan soal ini.

Johannes Beck – Redaktionsleiter Portugiesisch für Afrika

Johannes Beck, DW

Komentar dari Johannes Beck

Laporan Pilihan