1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Tajuk: Diplomasi Obama di Dunia Islam

Kunjungan Obama ke Indonesia memberi sinyal bahwa Amerika memandang posisi Indonesia penting, tidak hanya mendorong ekonomi regional, melainkan menciptakan perdamaian kawasan.

default

Presiden AS Barack Obama

Sebulan setelah teror 11 September, majalah Newsweek menurunkan laporan utama “Why They Hate America?”

Amerika terkejut, mereka baru sadar ada begitu banyak orang yang membenci mereka. Dari Maghribi hingga Asia Tenggara, gelombang anti Amerika muncul. Pew Global Attitudes Surveys menunjukkan, kebencian terhadap Amerika mencapai titik puncak pada tahun 2002, ketika Presiden Bush menyerang Irak.

Tiga tahun lalu, Obama terpilih sebagai Presiden. Amerika di bawah Obama, menampilkan politik luar negeri yang berbeda. Sejak awal, Obama memilih berdialog dengan dunia Islam. Sebuah sikap yang simpatik. Amerika, memainkan bidak mereka dalam percaturan politik dunia dengan sikap hati-hati.

Lihat saja bagaimana gesture Obama dalam menghadapi rejim despot di Libya. Amerika tidak mengambil posisi di depan. Ia membiarkan Perancis dan Inggris menjadi pionir dalam melumpuhkan kekuatan militer Muammar Gaddafi, yang akhirnya terguling.

Terlepas dari itu semua, Amerika di era Obama adalah Amerika yang terbatas. Mereka kini berjuang keluar dari hutang dan jurang defisit. Perang melawan terorisme dan keputusan mengirimkan tentara ke Afghanistan dan Irak terlalu banyak menyedot anggaran. Karena itu, dialog menjadi sebuah pilihan yang rasional, meskipun butuh waktu yang lebih lama.

Presiden Obama kembali datang ke Indonesia. Bagi Amerika, Indonesia adalah sahabat penting. Tidak hanya karena secara geopolitik kita strategis atau pasar yang besar, dengan lebih dari 250 juta penduduk.

Lebih dari itu, bagi Amerika dan dunia, Indonesia sebagai negara bependuduk muslim terbesar dunia, dianggap sukses mengkombinasikan gagasan Islam dengan demokrasi, yang sebelumnya, bagi ilmuwan seperti Samuel Huntington dianggap tak mungkin disatukan.

Indonesia menjadi model bagi Tunisia, Mesir dan Libya yang kini sedang menjalani transisi. Jika demokrasi sukses dipraktekkan, maka salah satu hambatan terbesar dalam dialog antara Barat dengan dunia Islam, teratasi. Dan itu adalah politik diplomasi yang dijalankan Obama.

Andy Budiman Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan