1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Tajuk: 485 Tahun Jakarta 9,6 Juta Masalah

Jakarta tanpa kemacetan adalah sesuatu yang mustahil. Pertambahan penduduk tak terkendali, kenaikan jumlah kendaraan menjadikan kota ini nyaris tak layak huni.

Menyambut dirgahayu Jakarta ke 485 tahun yang jatuh akhir bulan Juni ini memiliki ironinya sendiri. Betapapun usia yang bertambah, Jakarta masih berkutat dengan masalah-masalahnya. Sebut saja kemacetan yang sedemikian nyata, namun cuma mewakili satu dari sekian banyak penyakit yang tidak tuntas-tuntas. 

Berkendara di jalan-jalan kota Jakarta, mobil seakan mengkhianati maknanya sendiri. Di kota ini, kendaraan tidak lagi menopang mobilitas, malah menghadang pergeraakan. Tahun ini 1,3 juta mobil baru akan menyesaki Jakarta, sekitar 11 persen pertahun dengan penambahan ruas jalan yang cuma berkisar 0,1 persen.

Betapapun sesaknya jalan-jalan ibukota, jam-jam yang dihabiskan di tengah kemacetan dan kerugian yang ditaksir mencapai 37 trilyun Rupiah pertahun, masalah yang satu ini tetap tidak akan menggoyahkan keyakinan penduduk, umumnya kelas menengah yang jumlahnya kian membengkak, terhadap asas kepemilikan pribadi dan kesetaraan sosial.

Kendaraan tetap akan menjadi satu-satunya alternatif terhadap transportasi umum yang belum dapat diandalkan.

Maka di usianya yang menginjak 485 tahun, Jakarta belum akan merayakan apapun, kecuali angka yang bertambah.

Laporan Pilihan