1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tahanan Politik Terlama di Myanmar Wafat

Win Tin, pendiri partai oposisi Myanmar NLD yang sekarang dipimpin Aung San Suu Kyi, wafat pada usia 85 tahun. Ia adalah tahanan politik yang paling lama mendekam di penjara Myanmar.

Win Tin meninggal dunia akibat gagal ginjal di sebuah rumah sakit di Yangon, Myanmar. Ia masuk rumah sakit tanggal 12 Maret lalu awalnya karena gangguan pernafasan.

"Ia adalah sebuah pilar kekuatan. Kematiannya di tengah masa transisi seperti sekarang adalah kehilangan hebat tidak hanya bagi NLD, tapi juga seluruh negeri. Kami sangat terpukul," ucap Nyan Win, jurubicara NLD.

Win Tin, dulunya seorang editor surat kabar, adalah teman dekat dan suporter pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. Kedua aktivis mendirikan NLD tahun 1988.

Tahun 1989, ketika Suu Kyi dikenakan status tahanan rumah, Win Tin juga ditangkap dan dijerumuskan ke penjara Insein, di mana ia mendekam selama 19 tahun. Selama di penjara, ia menerima sejumlah penghargaan kebebasan pers dari dunia internasional.

Win Tin (berbaju biru) berpidato di hadapan pendukung NLD tahun 2010

Win Tin (berbaju biru) berpidato di hadapan pendukung NLD tahun 2010

Perpanjangan masa tahanan

Masa tahanannya dua kali diperpanjang karena beragam alasan. Yang kedua kali karena menulis surat kepada PBB. Ia dibebaskan tahun 2008 sebagai bagian dari pemberian amnesti kepada para tahanan.

Win Tin adalah satu dari beberapa anggota partai yang berani mengkritik Suu Kyi. Dalam beberapa bulan terakhir, ia memarahi Suu Kyi karena tidak mengambil sikap yang lebih tegas terhadap militer. Meski memiliki perbedaan, Win Tin menghormati Suu Kyi atas komitmennya untuk demokrasi. Suu Kyi juga beberapa kali menjenguk Win Tin ke rumah sakit setelah kembali dari kunjungan ke Jerman dan Perancis.

Pemerintahan Myanmar saat ini dipimpin Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan yang pro-militer. Partai itu menang pemilu 2010 yang diboikot oleh NLD. Militer juga mengontrol 25 persen kursi parlemen.

cp/ab (ap, dpa, afp)

Laporan Pilihan