1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan

Sekitar 1.600 tahanan Palestina di Israel mengumumkan rencana untuk mengakhiri protes mereka, menyusul kesepakatan yang dicapai dengan Israel.

Dengan aksinya "pertempuran perut kosong" para tahanan Palestina di Israel memprotes penahanan tanpa pengadilan yang mereka jalani serta terhadap kondisi penjara yang buruk. Sejak tanggal 17 April, sekitar 1.600 tahanan mulai melakukan aksi mogok makan, beberapa dari mereka bahkan telah menjalankan aksi ini selama hampir 80 hari.

Menurut keterangan Qadura Fares, ketua organisasi yang mewakili para tahanan, pihak tahanan dan Israel telah menandatangani satu perjanjian, di mana Israel menyetujui untuk memperbaiki kondisi tahanan. Juru bicara otoritas penjara Israel mengkonfirmasi telah dicapainya kesepakatan ini. Namun ditambahkannya, perjanjian ini tidak berlaku bagi semua tahanan yang melakukan mogok makan.

Tuntutan Tahanan

Juru bicara Perdanan Menteri Benjamin Netanyahu, Mark Regev, mengatakan, kesepakatan tercapai atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam satu pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Israel dikatakan, "Merupakan harapan kami bahwa keputusan ini dapat membangun kepercayaan antara semua pihak dan demi perdamaian."

Kesepakatan yang dicapai di Kairo, Mesir, ini, mencakup antara lain perbaikan fasilitas tahanan. Sebelumnya, para tahanan juga menuntut penghapusan pembatasan kunjungan keluarga, kesempatan pendidikan yang lebih baik dan penutupan sel isolasi serta penghapusan penahanan tanpa dakwaan yang dapat diperpanjang tanpa batas.

Dalam beberapa hari terakhir, PBB meminta Israel untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatan para tahanan, diantara mereka berada dalam kondisi kritis. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebutnya sebagai "bencana nasional" jika diantara tahanan meninggal akibat mogok makan.

Eropa telah berulang kali mengkritik "penahanan administratif" yang memungkinkan Iisrael menahan tanpa dakwaan dan tanpa batas waktu. Para tahanan memiliki hak untuk mengetahui alasan penahan dan menjalani persidangan. Saat ini di penjara-penjara Israel ditahan sekitar 4.700 warga Palestina, 310 diantara mereka ditahan tanpa dakwaan dan tanpa pengadilan.

yf/dpa/rtr/afp