1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Swiss akan Gelar Referendum UU Deportasi Warga Asing

Minggu (28/11)Swiss akan menggelar referendum untuk menentukan apakah warga asing yang melakukan tindak kriminal harus langsung dideportasi.

default

Poster kampanye sayap kanan Partai Rakyat Swiss menjelang referendum (28/11)

23 persen penduduk Swiss terdiri dari warga asing, yang merupakan prosentase tertinggi di antara negara-negara Eropa. Karena kewarganegaraan Swiss tidak diperoleh secara otomatis, banyak warga yang disebut imigran sebetulnya sudah tinggal di negara itu sejak mereka lahir. Patrick Freudiger anggota sayap kanan dari Partai Rakyat Swiss berpendapat mereka tidak harus tinggal di Swiss jika berkelakuan buruk

“Kami di Swiss memiliki dua jenis warga asing. Warga asing yang mau bekerja dan menghormati hukum kami, disambut secara terbuka. Lalu kami memiliki warga asing lainnya yang melakukan kriminalitas, yang tidak mau bekerja."

Partai Rakyat Swiss melakukan kampanye gencar untuk meyakinkan bahwa kelompok imigran yang melakukan kriminalitas, yang tidak mau bekerja harus dipaksa keluar dari negara itu. Dan banyak warga Swiss menyetujuinya

“Warga asing yang tidak berintegrasi di Swiss dan dalam sistem kami, serta melakukan tindak kriminalitas, sudah jelas harus meninggalkan negara kami." - “Saya pikir jika warga asing datang ke sini, mereka harus menyesuaikan diri dengan Swiss. Mereka harus memiliki mentalitas kami dan tentu saja mereka tidak boleh melakukan tindak kriminal."

Yang jelas tidak semua benar-benar yakin apakah peraturan deportasi menyangkut warga asing yang melakukan kriminalitas, warga asing yang tidak berintegrasi atau warga asing pada umumnya. Analis politik Georg Lutz yakin bahwa itu semua bagian dari strategi kelompok populis Partai Rakyat Swiss. Tahun depan akan digelar pemilihan umum dan kebijakan anti orang asing adalah upaya meraih suara.

“Referendum ini bukan sebuah isu kompleks yang legal bagaimana cara menghadapi sejumlah tipe warga asing pelaku kriminal. Apa yang diinginkan kebanyakan orang dengan referendum ini adalah mengeluarkan pernyataan menentang orang asing, dan inilah motivasi utamanya."

Sementara ini komunitas warga asing seolah mendapat peringatan, mereka merasa menjadi target poster-poster Partai Rakyat Swiss yang melakukan stigma terhadap kelompok etnik tertentu yang dianggap bersalah melakukan tindak kriminal. Ivan seorang pemerkosa, Ismir penipu jaminan sosial, Detleff seorang pedofili. Moreno Casasola berusia 31 tahun yang telah tinggal sepanjang hidupnya di Swiss merasa ia tidak menemukan cara untuk membela dirinya

“Anda tidak dapat mengatakan bahwa setiap orang di Swiss yang bukan 100 persen warganegara Swiss adalah kriminal, tapi itulah arti dari poster-poster semacam ini. Mereka melakukan pesan secara umum bahwa semua warganegara asing pelaku kriminal dan ini juga termasuk saya. Masalah bagi orang asing adalah mereka tidak bisa mengikuti pemilu sehinga mereka tidak dapat membela dirinya sendiri. Maksud saya Anda menuding kepada warga asing tapi mereka tidak dapat merespon, itulah masalahnya."

Jajak pendapat terakhir menunjukkan warga Swiss akan menyetujui usulan undang-undang tersebut. Jika dilakukan, Swiss akan memiliki peraturan deportasi paling ketat di Eropa, sejumlah pihak bahkan mengatakan Swiss dapat melanggar konvensi hak asasi manusia Eropa. Mungkin yang lebih penting dari itu, kata YA dari referendum akan menjadi isyarat jelas bagi komunitas asing Swiss bahwa mulai sekarang ada hukum yang berlaku bagi mereka, dan hukum lainnya bagi warga Swiss.

Imogen Foulkes/Dyan Kostermans

Editor: Pasuhuk