1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Suu Kyi Kunjungi Thailand

30 Mei 2012

Aung Suu Kyi (66) tiba di Bangkok Selasa (29/05) malam untuk kunjungan pertamanya ke luar negeri dalam kurun waktu 24 tahun terakhir.

https://p.dw.com/p/154HU
Myanmar pro-democracy leader Suu Kyi arrives at Yangon International Airport as she departs to Bangkok Myanmar pro-democracy leader Aung San Suu Kyi arrives at Yangon International Airport as she departs to Bangkok May 29, 2012. Nobel Peace Prize winner Suu Kyi ventures outside Myanmar for the first time in 24 years on Tuesday in an unmistakable display of confidence in the liberalisation taking shape in her country after five decades of military rule. REUTERS/Soe Zeya Tun (MYANMAR - Tags: POLITICS)
San Suu Kyi di BangkokFoto: Reuters

Di ibukota Thailand, Bangkok, Aung San Suu Kyi dijadwalkan menyampaikan pidato pada Forum Ekonomi Asia Timur, Jumat (01/06). Presiden Myanmar Thein Sein yang juga diundang menghadiri forum yang akan digelar mulai Kamis (31/05) itu, secara mendadak membatalkan kedatangannya.

Alasan resminya karena kewajiban di dalam negeri. Sejak Maret 2011, Myanmar memiliki pemerintahan sipil formal. Thein Sein melakukan reformasi politik pertama dan memulai dialog dengan partai dari Suu Kyi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Myanmar opposition leader Aung San Suu Kyi arrives at hotel in Bangkok on Tuesday May 29, 2012. For 24 years, Aung San Suu Kyi was either under house arrest or too fearful that if she left Myanmar, the government would never let her return. Now, in a sign of how much life there has changed, she's back to being a world traveler.(Foto:Sakchai Lalit/AP/dapd).
Aung San Suu Kyi di BangkokFoto: dapd

Pimpinan oposisi Myanmar Suu Kyi, Rabu (30/05) bertemu dengan para aktivis jaringan pembela hak migran di Provinsi Samut Sakhon. Sebuah pusat bagi pekerja migran sektor industri perikanan, sekitar 60 km di selatan Bangkok.

“Tujuan utamanya adalah untuk meminta izin dari Thailand guna membuka pusat pelatihan bagi para pekerja migran.” Demikian dikatakan Andy Hall, pakar pekerja migran Myanmar pada Pusat Migran Thailand di Mahidol University. “Ia ingin memberi para pekerja migran informasi tentang hak-hak mereka agar mereka dapat memperjuangkan hak-haknya.” Tapi kebanyakan mereka tidak dapat membaca dan menulis, jadi pendidikan amat penting", tambahnya.

Myanmar's pro-democracy leader Aung San Suu Kyi greets migrant workers from Myanmar, as she visits them in Samut Sakhon province May 30, 2012. Nobel Peace Prize winner Suu Kyi ventures outside Myanmar for the first time in 24 years on Tuesday in an unmistakable display of confidence in the liberalisation taking shape in her country after five decades of military rule. REUTERS/Sukree Sukplang (THAILAND - Tags: POLITICS SOCIETY IMMIGRATION TPX IMAGES OF THE DAY)
Suu Kyi bertemu pekerja migran Myanmar di ThailndFoto: Reuters

Pihak berwenang memperkirakan dari sekitar dua juta pekerja migran yang ada di Thailand, sekitar 80 persen berasal dari Myanmar. Pengamat mengatakan jumlah pekerja migran tidak tercatat dapat mencapai satu juta lebih.

Suu Kyi juga mengunjungi pasar udang Mahachai yang mempekerjakan ratusan warga Myanmar. Massa menyambutnya dengan teriakan “Ibu Suu, panjang umur!” dan melambaikan gambar ibu dan ayah Suu Kyi, pahlawan kemerdekaan Myanmar Aung San.

Pekerja migran Myanmar di Thailand seringkali harus membayar uang sogok disamping biaya resmi izin masuk dan menjalani kondisi kerja yang berat, upah yang buruk dan sering mendapat intimidasi dari pihak berwenang.

DK/AS (dpa, afp, dapd, epd)