1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Suriah Akhiri Keadaan Darurat

Sejak 1963 status keadaan darurat berlaku di Suriah. Setelah demonstrasi berminggu-minggu, pemerintah kini akan mencabut undang-undang itu dan mengumumkan reformasi.

epa02690680 A photo made available by the official Syrian Arab News Agency (SANA) shows Syrian President Syrian President Bashar Assad (C) after presiding over the first session of the newly-formed cabinet in Damascus, Syria, 16 April 2011. Assad, in his second address since the eruption of protests in Syria nearly a month ago, said the investigation committee concerned with recent events in Syria is continuing its work to determine the reasons behind what happened and to bring accountable to trial. Assad said many reforms would come soon in the country. Assad sacked his Cabinet two weeks ago in one of a series of gestures he has taken to quell anti-government protests. Syria blames the unrest on armed gangs and foreign conspiracy. The reshuffle brought in 16 new ministers to the 30-member cabinet EPA/SANA / HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES +++(c) dpa - Bildfunk+++

Pesiden Bashar al Assad beserta para menteri

Demonstran di kota Homs hanya dapat melarikan diri dari kejaran peluru yang ditembakkan polisi. Itu ditunjukkan sejumlah foto yang diunggah pendukung oposisi di internet. Namun kebenaran foto-foto tersebut tidak dapat dibuktikan. Yang jelas, polisi membubarkan sebuah aksi protes duduk di lapangan di pusat kota Homs dengan kekerasan.

Dalam aksi itu setidaknya empat orang tewas. Demikian keterangan seorang aktivis oposisi dalam wawancara telefon dengan kantor berita AFP. Aksi protes itu dimulai Senin malam (18/04), dan diikuti sekitar 20.000 orang. Para demonstran awalnya bertekad untuk duduk di lapangan tersebut hingga Presiden Bashar al Assad mengundurkan diri.

Langkah Pemerintah

In this image from Syrian state television President Bashar Assad makes a speech in front of his cabinet in Damasus, Syria Saturday April 16 2011. Assad said he expects the government to lift the country's decades-old emergency laws next week. Lifting the state of emergency has been a key demand during a wave of protests over the past four weeks, which have posed the most serious challenge yet to Assad's authoritarian regime. (Foto: Syrian TV via APTN/AP/dapd) TV OUT

Presiden Bashar al Assad

Sejak beberapa hari lalu, satuan polisi khusus telah mengambil tindakan keras terhadap demonstran di Suriah. Namun demikian aksi protes tidak kunjung mereda, baik di ibukota Damaskus maupun di kota-kota lainnya. Rakyat menginginkan jatuhnya rezim, dan tidak lelah turun ke jalan. Sekarang, rezim memutuskan untuk mengambil langkah pertama.

Pemerintah memutuskan sejumlah undang-undang baru, demikian dikatakan Menteri Penerangan Mahmoud. Yang paling penting, pemerintah mencabut keadaan darurat yang telah berlangsung 50 tahun. Itu akan memperbaiki keadaan keamanan dan menjaga harkat hidup rakyat. Demikian ditambahkan Mahmoud.

Namun demikian, militer tetap menembaki demonstran dengan peluru tajam. Rakyat yang memprotes disebut sebagai ekstrimis, dan dengan cara itu pemerintah membenarkan penggunaan kekerasan. Pertempuran untuk memperoleh demokrasi lebih besar di Suriah sekarang sudah menyebabkan tewasnya sekitar 250 orang.

Ein über Twitter verbreitetes Foto zeigt syrische Demonstranten, die sich nach Urheberangaben am Montagabend (18.04.2011) auf dem zentralen Platz in der nordwest-syrischen Stadt Homs versammelt haben. Sicherheitskräfte haben am frühen Dienstagmorgen in Homs das Feuer auf regimefeindliche Demonstranten eröffnet. Wie der arabische Nachrichtensender Al-Dschasira berichtete, soll es Verletzte gegeben haben. Die Sicherheitskräfte hätten auch Tränengas eingesetzt. Die Menschen auf dem zentralen Platz in Homs hätten den Rücktritt von Präsident Baschar al-Assad gefordert. Die Lage habe sich später beruhigt. Die Streitkräfte hätten die Kontrolle übernommen. Foto: Twitter dpa (ACHTUNG Redaktionen: Eine hundertprozentige Überprüfung des Wahrheitsgehaltes der Fotos ist aufgrund der Quellenlage leider nicht möglich! - Bestmögliche Qualität) (AFP OUT) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Demonstrasi di kota Homs yang diakhiri dengan kekerasan Selasa (19/04)

Pembatasan Hak Rakyat

Presiden Bashar al Assad menyatakan akhir pekan lalu, akan mencabut undang-undang darurat dalam waktu sepekan. Peraturan tersebut telah membatasi sebagian besar hak rakyat selama berpuluh-puluh tahun. Misalnya hak untuk bermusyawarah dan bermufakat. Di samping itu, siapapun yang dianggap pemerintah "ancaman bagi keamanan" dapat ditangkap. Tanggal 2 hingga 6 Mei mendatang parlemen akan mengadakan sidang istimewa untuk mensahkan sejumlah perubahan.

Di samping itu pemerintah di Damaskus juga memutuskan penghapusan pengadilan keamanan nasional, juga peraturan yang mengijinkan demonstrasi dengan syarat tertentu. Televisi nasional melaporkan, demonstrasi damai sekarang diperbolehkan. Beberapa jam sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim al Shaar melarang semua bentuk demonstrasi. Oposisi telah menyatakan, bahwa langkah pemerintah belum cukup. Mereka menuntut berakhirnya kekuasaan tunggal Partai Baath.

Tuntutan AS

In this citizen journalism image made on a mobile phone and acquired by the AP, Syrian anti-government protesters hold Arabic banners that read: Syrian media from the taxes of the citizens, right, and If the price of freedom is a shroud, it is with me, as they march during a demonstration in Banias, Syria, Sunday, April 17, 2011. Gunmen opened fire during a funeral for a slain anti-government protester Sunday, killing at least three people on a day when tens of thousands of people took to the streets nationwide as part of an uprising against the country's authoritarian regime, witnesses and activists said. (Foto:AP/dapd)

Demonstrasi di Banias (17/04)

Sementara itu, pemerintah AS menuntut Suriah untuk menghentikan kekerasan terhadap demonstrasi yang berjalan damai. Di samping itu pemerintah di Damaskus juga harus melaksanakan reformasi di berbagai bidang. Demikian dikatakan juru bicara departemen luar negeri Mark Toner di Washington.

Menurut keterangan aktivis, Selasa pagi (19/04) di kota Horms aparat keamanan menembaki puluhan ribu orang dengan peluru tajam. Menurut keterangan terakhir dari pemerintah, di daerah Homs dalam 24 jam terakhir lima perwira militer dan tiga anak-anak tewas.

Di ibukota Damaskus, Selasa kemarin ratusan mahasiswa berkumpul di depan universitas dan melaksanakan aksi blokade selama 15 menit. Mereka menuntut "akhir pertumpahan darah" di negara itu. Di kota pantai Banias, lebih dari 2.000 orang melaksanakan aksi protes terhadap presiden.

dw/afp/ap/Marjory Linardy

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan