1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

"Suksesnya Pertumbuhan Tidak Hanya Tergantung Dana"

Menteri Pembangunan Jerman Dirk Niebel akan mengakhiri jabatannaya. Kepada DW dia memaparkan neraca masa jabatannya serta menggariskan kriteria baru dalam politik pembangunan.

default

Dirk Niebel

Redaktur DW, Miryam Gehrke, melakukan perbincangan dengan menteri bantuan pembangunan itu.

DW: Menurut Anda, tugas baru apa yang diemban oleh politik bantuan pembangunan Jerman?

Niebel: Kita harus mengkaji keberhasilan politik bantuan pembangunan dari segi efektivitasnya. Jumlah uang bantuan yang telah dikeluarkan, setelah tahun 2015 mendatang, tak lagi boleh menjadi satu-satunya kriteria kerjasama pembangunan yang baik. Efektivitas dari apa yang telah dilakukan lah yang paling menentukan. Karena itu saya sangat setuju, jika dalam proses ini kita secara kritis juga turut mencermati hal-hal tabu dan menemukan cara baru untuk mengukur hasil-hasil pembagunan.

Berdasarkan kesepakatan, sampai tahun 2015, negara-negara industri harus mengalokasikan 0,7 persen dari produk domestik kotornya untuk kerjasama pembangunan. Namun sejauh ini hanya sedikit negara industri maju yang memenuhi janjinya sesuai kuota.

DW: Bukankah seharusnya, Jerman sebagai salah satu negara yang mampu bertahan dalam krisis ekonomi, memberikan sinyal dan berupaya keras demi keberhasilan tujuan ini?

Niebel:Saat ini, dengan lebih dari 10 milliar Euro bantuan pembangunan keseluruhan, Jerman merupakan donatur ketiga terbesar di dunia. Uang ini berasal dari para pembayar pajak. Ketika saya baru menjabat, kita sudah mencapai kuota 0,35 persen, sekarang 0,38 persen. Ini merupakan suatu pertumbuhan. Tapi itu bukanlah satu satunya kriteria menentukan. Bukan seberapa banyak uang yang telah kita keluarkan, menentukan hasil-hasil baik pembangunan akan tetapi apa yang telah dicapai dari uang tersebut. Itulah yang harus jadi tolak ukur tahun 2015 nanti.

DW:Apakah negosiasi perubahan iklim PPB akhir tahun mendatang di Polandia merupakan pentas internasional yang tepat bagi negara-negara industri untuk melontarkan sinyal kesiapan mereka dalam memikul tanggung jawab baru?

Kita tidak boleh berlebihan. Jika kita ingin mencapai sasaran pembangunan dan keberlanjutan yang konsisten, seharusnya kita tidak mengedepankan hambatan, terutama menyangkut masalah finansial. Pertama- tama kita harus berbicara tentang tujuan keseluruhan. Jika kita mengedepankan masalah finansial, maka hal tersebut akan cepat ditolak.

Tema pembangunan pedesaan kembali menjadi fokus utama kementrian bantuan perkembangan Jerman. Masalah ini diakui terabaikan dalam 15 tahun terakhir - tak hanya dalam politik Jerman tapi juga di seluruh dunia.

DW: Aksen baru apa yang anda terapkan dalam kerjasama internasional itu?

Niebel: Sebagian besar orang miskin dan kelaparan tinggal di pedesaan . Pembangunan daerah pedesaan lebih dari sekedar pembangunan sektor pertanian. 40% kerugian pasca panen disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang cara pengawetan dan penyimpanan produk, kurangnya infrastruktur untuk mencapai pasar terdekat, minimnya pengetahuan akan teknologi sederhana seperti irigasi tetesan air untuk daerah-daerah dengan masalah kelangkaan air atau pemeliharaan mesin-mesin pertanian: Itu semua adalah sektor- sektor yang menyita banyak waktu.

Jerman menyadari– dan hal itu pun juga telah mengakar secara internasional - bahwa kekuatan ekonomi wajib diinterigasikan dalam pembangunan. Gagasan, keahlian, pengetahuan, juga uang dari sumber sumber pribadi dapat digunakan demi tercapainya tujuan-tujuan politis pembangunan. Hanya dengan cara itu, dengan lebih sedikit kontribusi uang pajak, semua bisa bekerja lebih intensiv dibanding sebelumnya.

Dirk Niebel dari partai liberal FDP sejak 2009 memangku jabatan sebagai menteri federal untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan. Di bawah pimpinannya, tiga lembaga bantuan pembangunan Jerman dilebur menjadi satu, dengan nama baru Lembaga untuk Kerjasama Internasional (GIZ)

Laporan Pilihan