1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sudan Selatan dan Sudan Berniat Akhiri Pertikaian

Pemimpin Sudan Selatan dan Sudan mengatakan, mereka bertekad untuk menyelesaikan masalah minyak dan perbatasan yang hampir membawa kedua negara ke kancah peperangan.

Sabtu malam (14/07), kedua presiden mengadakan pembicaraan di sebuah hotel di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, setelah menghadiri pertemuan puncak Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika.

Ini merupakan pertemuan pertama antara Presiden Sudan Omal al Bashir dan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir setelah konflik senjata meletus antara kedua negara bertetangga ini pada akhir Maret lalu.

“Kedua pemimpin mengambil pendekatan strategis baru untuk mencari solusi yang komprehensif bagi masalah-masalah diantara kedua negara,“ dikatakan Pagan Aman, ketua juru runding Sudan Selatan.

Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara, yang mengetuai Dewan Uni Afrika, kepada wartawan mengatakan, “Pernyataan mereka meyakinkan kami bahwa terdapat niat yang baik.

Sejak wilayah selatan yang kaya minyak memisahkan diri dari utara tahun 2011 lalu, kedua negara Sudan terlibat dalam pertikaian, yang kerap disertai dengan konflik senjata, mengenai pendapatan dari hasil minyak dan perbatasan. Sudan Selatan memiliki 75 persen minyak di kawasan itu, tapi masih tergantung Sudan untuk saluran pipa dan pelabuhan di Laut Merah untuk ekspor minyak mentahnya.

Perserikatan Bangsa Bangsa dan Uni Afrika mengancam dengan sanksi jika keduanya tidak mencapai kesepakatan dalam penyelesaian konflik sampai 2 Agustus mendatang.

yf (rtr/afp)