1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Studi: Penderita Anoreksia Tunjukkan Ciri-ciri Autis

Kalangan peneliti yang mencermati anak-anak perempuan dengan gangguan makan anoreksia menemukan bahwa mereka juga menderita autisme ringan. Temuan ini dapat membantu mencari jalan keluar bagi penderita anoreksia.

Sebuah studi yang dipimpin pakar autisme Simon Baron-Cohen di Pusat Riset Autisme Universitas Cambridge menemukan bahwa dibandingkan anak-anak perempuan normal, mereka yang menderita anoreksia menunjukkan sejumlah ciri-ciri autis.

Mereka juga memiliki minat lebih terhadap sistem dan keteraturan, serta empati di bawah rata-rata. Profil serupa juga ditemukan pada penderita autisme, menganjurkan bahwa kedua kelainan ini mempunyai sifat-sifat mendasar yang sama.

"Umumnya anoreksia hanya dipandang sebagai gangguan makan. Ini cukup masuk akal karena berat badan penderitanya yang begitu ringan dan risiko malnutrisi atau bahkan kematian," jelas Baron-Cohen.

Perubahan perspektif

Namun temuan riset terbaru ini menunjukkan bahwa pikiran seorang penderita anoreksia tidak jauh berbeda dari pikiran seorang penderita autisme. Contohnya ketertarikan terhadap sistem. Anak perempuan dengan anoreksia bergantung pada sistem menyangkut berat badan, bentuk tubuh dan asupan makanan.

Orang dengan autisme mengalami gangguan dalam tiga bidang - interaksi sosial dan empati atau pengertian, perilaku dan minat yang berulang, serta bahasa dan komunikasi.

Baron-Cohen mencatat bahwa penderita autisme dan anoreksia sama-sama berperilaku kaku, cenderung fokus pada diri sendiri dan terpaku pada detail. Kelainan pada struktur dan fungsi bagian otak terkait persepsi sosial juga ditemukan pada kedua penderita.

Perempuan terabaikan

Satu dari 50 anak sekolah di Amerika Serikat terdiagnosa menderita autis. Di Eropa, jumlahnya sekitar satu dari 100 anak. Kebanyakan terdiagnosa pada anak laki-laki.

Namun Bonnie Auyeung, yang bekerja bareng Baron-Cohen, menjelaskan adanya kesalahan diagnosa terhadap sebagian anak perempuan dengan autisme karena para dokter mendiagnosa mereka menderita anoreksia.

Tony Jaffa, yang juga tergabung dalam studi, menilai pengakuan bahwa sejumlah pasien anoreksia juga bisa memiliki ciri-ciri autis dan kegilaan akan sistem dapat membimbing para ahli menuju cara-cara baru dalam merawat pasien dengan gangguan makan.

"Mengubah minat penderita anoreksia dari berat badan dan diet ke hal lain namun sama-sama topik yang sistematis dapat membantu," ungkap Tony Jaffa. "Dan mengakui bahwa sejumlah pasien anoreksia mungkin butuh bantuan dalam keterampilan sosial dan komunikasi, dan beradaptasi dengan perubahan, juga memberikan kami sudut perawatan yang baru."

cp/yf (rtr, ap)