1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Spesies Baru Biawak ditemukan di Indonesia

Yanti Mirdayanti26 November 2007

Keragaman hayati Indonesia ternyata amat kaya. Dalam penelitian biawak di Sulawesi, terbukti Indonesia dihuni 20 jenis biawak atau yang terbanyak di dunia.

https://p.dw.com/p/CTO1
Komodo salah satu kadal raksasa paling terkenal dari Indonesia.Foto: AP

Baru-baru ini seorang peneliti reptilia dari Jerman, Andrè Koch, melaporkan telah berhasil menemukan spesies baru biawak di Sulawesi. Untuk dunia biologi, penemuan biawak Sulawesi itu merupakan hasil yang dianggap spektakuler dan menarik.

Keistimewaan biawak tersebut diungkapkan Andrè Koch sebagai berikut: "Biawak adalah jenis kadal terbesar yang masih hidup di muka bumi ini. Biawak juga merupakan binatang reptil paling cerdik dan wujudnya sangat menyerupai Dinosaurus, yang hanya kita kenal melalui televisi. Oleh karenanya, bentuk tubuh biawak mengundang daya pesona luar biasa. Juga dari lidahnya, biawak terkesan memiliki hubungan kerabat dengan jenis ular.Kenyataan adanya berbagai jenis biawak di Indonesia yang tak terduga sebelumnya, telah merangsang saya untuk terus melakukan penelitian terhadap biawak".

Andrè Koch yang berusia 30 tahun, saat ini sedang menyelesaikan penulisan disertasi S3 bidang Biologi di Universitas Bonn. Spesies baru yang ditemukannya di Sulawesi dalam bahasa Latin disebut 'Varanus Salvator'.

Koch juga memaparkan: "Dalam rangka meneliti biawak, kami berusaha mengunjungi seluruh kawasan Sulawesi. Dimulai dari Manado, Sulawesi Utara. Kemudian ke Sanggia. Dari sana ke Talaud, ke arah utara Filipina. Di tahun kedua, dari Makassar menuju Selayar, Tanah Jampia, Kalaotoa, sampai Flores di daerah Kepulauan Sunda Kecil, bagian selatan Sulawesi."

Rute Migrasi

Menurut Andrè Koch, tempat-tempat di Sulawesi dan sekitarnya itu patut dikunjungi, karena sangat penting untuk mengetahui latar belakang sejarah rute migrasi biawak-biawak. Juga penyebaran biawak-biawak ini merupakan bagian dari tema penelitian Andrè Koch.

Proses penemuan jenis biawak Sulawesi oleh Andrè Koch terjadi selama penelitian, yang dilakukan berkali-kali antara pertengahan tahun 2005 sampai Agustus 2007 ini. Selanjutnya tentang spesies baru biawak hasil temuannya, Andrè Koch mengungkapkan:

"Ini adalah jenis biawak Varane Salvator. Tersebar di kawasan Asia Tenggara, Srilangka, sampai kawasan barat Asia dan Cina. Kemudian di kawasan Kepulauan Sunda Besar. Di Filipina ada juga jenis ini. Kira-kira penyebarannya berakhir di Kepulauan Maluku. Dengan demikian, masalahnya kompleks, di mana satu sama lain memiliki ikatan kekeluargaan yang sama. Di Indonesia sendiri, tergantung dari daerahnya, jenis Varane Salvator ini dipanggil dengan nama yang berbeda-beda. Tetapi nama umum dalam bahasa Indonesia adalah

biawak."

Andrè Koch mencatat, terdapat sekitar dua puluh spesies biawak di Indonesia. Bersama dengan Australia, Indonesia merupakan kawasan yang memiliki jenis biawak terbanyak di dunia. Walaupun belum tergolong sebagai binatang yang terancam punah, namun perdagangan biawak yang terus meningkat cukup mencemaskan. Andrè Koch menyebutnya sebagai ancaman untuk masa depan populasi biawak

Sebagai negara pengekspor binatang reptil terbesar di Asia, setiap tahunnya lebih dari 400.000 biawak di Indonesia ditangkap dan kulitnya diperjualbelikan. Kebanyakan dari daerah Kepulauan Sunda Besar, Jawa dan Kalimantan. Juga di beberapa daerah, biawak dijadikan menu makanan. Biawak merupakan binatang reptil terbesar kedua di dunia setelah komodo. Spesies Varanus Salvator tidak termasuk berbahaya untuk manusia, walaupun ukuran maximalnya bisa mencapai 3 meter. Yang ditemukan Andrè Koch di Sulawesi panjangnya antara 1,60 meter sampai dua meter.

Keragaman di Satu Habitat

Andrè Koch juga mengungkapkan apa yang terutama ingin diteliti dalam disertasinya: "Tujuan dari proyek saya adalah untuk mengetahui, bagaimana berbagai ragam spesies biawak bisa berwujud seperti sekarang ini. Artinya, bagaimana berbagai biawak di Sulawesi bisa berbeda-beda dalam bentuk luarnya. Masing-masing populasi sangat berbeda ciri-cirinya. Ada jenis spesies yang gelap sekali. Namun di sisi lain ada juga yang memiliki bercak-bercak yang sangat mencolok. Sesungguhnya ini sangat tidak umum. Dan biawak yang berbeda-beda itu hanya ditemukan di Sulawesi. Sedangkan di setiapkepulauan lain di Indonesia umumnya hanya satu jenisnya."

Selanjutnya ditambahkan Andrè Koch bahwa penelitiannya juga hendak menemukan jawaban atas pertanyaan: Mengapa di Sulawesi hidup berbagai jenis biawak dan bagaimanasetiap populasi biawak di Sulawesi itu berkaitan satu sama lain? Serta bagaimana proses terjadinya pulau Sulawesi sebagai tempat berkumpulnya spesies biawak yang berbeda-beda itu?

Dengan demikian, dalam rangka menemukan kunci jawaban penelitiannya, Andrè Koch harus juga melirik ke sejarah geologi kepulauan Indonesia, terutama yang menyangkut kepulauan Sulawesi dan sekitarnya.

Diperkirakan bahwa populasi biawak yang terisolasi pada masa dulu mengalami perkembangan tersendiri, sehingga menyebabkan berbagai macam ciri luar biawak yang hidup di masa kini. Berdasarkan beberapa perbedaan ciri-ciri luarnya itu, Andrè Koch memperkirakan, minimal ada sekitar lima jenis spesies biawak Varanus Salvator di Sulawesi.

Biawak Varanus Salvator termasuk jenis binatang amphibi yang artinya bisa hidup baik di air maupun di darat. Biawak Sulawesi ini merupakan reptil pemakan daging. Makanannya meliputi jenis serangga, tikus, binatang reptil lain, serta binatang berkulit keras.