1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Piala Dunia 2014

Spanyol Juara Dunia 2010

Tim Spanyol mendominasi permainan melawan Belanda di final, tapi tidak berhasil mencetak gol sampai 90 menit. Gol kemenangan Spanyol baru tercipta menjelang akhir masa perpanjangan.

default

Andres Iniesta rayakan gol kemenangan Spanyol

Sebelum pertandingan final dimulai pun, para penonton di stadion Soccer City Johannesburg sudah mendapat suguhan tontonan menarik. Seorang pria mengenakan kaos anti rasisme memasuki lapangan. Pria tersebut hampir berhasil menyentuh Piala Dunia yang tengah dipanjang di tepi lapangan. Tetapi ia kemudian berhasil diamankan oleh 7 petugas keamanan beberapa saat sebelum para pemain Belanda dan Spanyol hendak memasuki lapangan.

Serunya aksi pria tersebut, berhasil dikalahkan oleh permainan yang lebih seru dari kedua tim yang bertanding. Di menit-menit awal, tim matador yang mengandalkan permainan operan cepat mendominasi bola. Hanya beberapa saat setelah pertandingan dimulai, Spanyol mampu menciptakan dua kesempatan untuk mencetak gol. Tendangan silang Xavi Hernandez disambut dengan tandukan Sergio Ramos. Namun, kiper Maarten Stekelenburg berhasil menyelamatkan gawangnya. Beberapa menit kemudian tendangan striker David Villa hanya menggetarkan jaring gawang dari samping.

Pertandingan kemudian berjalan menjadi keras. Tercatat 28 pelanggaran di babak pertama ini. Empat kartu kuning bahkan diberikan dalam kurun waktu 10 menit. Puncaknya terjadi di menit ke 28, ketika pemain tengah Nigel de Jong melakukan tendangan kung fu terhadap Xabi Alonso. De Jong beruntung hanya mendapat kartu kuning dari wasit asal Inggris Howard Webb.

Setelah turun minum, tim Spanyol masih mendominasi pertandingan. Hanya tiga menit setelah pertandingan kembali dimulai, kembali Spanyol meraih peluang emas melalui David Villa. Hanya saja, bola tandukan Carles Puyol di depan gawang Belanda, gagal diselesaikan dengan baik oleh David Villa. Di babak ke dua ini, tim Oranye tidak mau tertinggal begitu saja. Arjen Robben bahkan sempat lolos dari pengawalan dan berhasil melakukan tendangan keras langsung ke arah gawang.

Pertandingan terus berjalan secara keras. Pelanggaran demi pelanggaran dilakukan oleh kedua tim. Di menit ke 58, 5 kartu kuning telah deiterima oleh Belanda, sementara Spanyol mengantungi 2 kartu kuning. Di menit ke 61, kesalahan Nelson Piquet dimanfaatkan oleh Robben, yang menggiring bola sendirian ke arah gawang. Namun tendangannya berhasil ditepis kaki penjaga gawang Iker Casillas. Spanyol hanya sesekali lengah dan jika kesempatan semacam itu tidak bisa dimanfaatkan maksimal oleh Belanda, maka tim Oranye akan sulit memperoleh peluang.

Kedudukan masih 0-0 bertahan sampai peluit akhir 90 menit pertandingan dibunyikan. Perebutan gelar juara dunia antara Belanda dan Spanyol berlanjut ke babak perpanjangan waktu. 15 menit pertama penuh diisi dengan peluang emas bagi kedua tim yang gagal diselesaikan dengan sempurna. Di babak kedua perpanjangan waktu, pelatih Spanyol Vincente del Bosque secara mengejutkan mengganti Villa dengan Fernando Torres. Ini berarti upaya Villa menjadi pencetak gol terbanyak di piala dunia kali ini menjadi pupus. Menit 108, pemain Belanda John Heitinga harus meninggalkan lapangan, setelah menerima kartu kuning keduanya dalam pertandingan ini. Belanda harus bermain dengan 10 pemain selama 11 menit sisa waktu perpanjangan.

Menit ke 116, umpan Cesc Fabregas berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Andres Iniesta. Dari jarak 10 meter Iniesta melancarkan tendangan keras yang tidak mampu dibendung kiper Maarten Stekelenburg. 1-0 bagi Spanyol. Gol satu-satunya dalam pertandingan ini akhirnya mengantarkan Spanyol untuk merebut gelar juara dunia untuk pertama kalinya.

Pelatih Vincente del Bosque tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Ini pertandingan yang sangat sulit dan ketat. Seharusnya kami bisa mencetak gol lebih banyak. Kami layak memenangkan pertandingan ini. Hari ini merupakan hari yang sangan membahagiakan bagi saya."

Vidi Legowo-Zipperer /afp/rtr
Editor: Rizky Nugraha

Laporan Pilihan