1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

'Slow TV' Norwegia Menyedot Jutaan Pemirsa

Serial televisi penuh aksi seperti Breaking Bad menyedot penonton dalam jumlah besar, namun di Norwegia tren acara televisi terbaru justru minim aksi. Termasuk siaran langsung 134 jam perjalanan sebuah kapal pesiar.

Saat para produser stasiun televisi NRK di Norwegia berencana merekam perjalanan kereta dari Bergen ke Oslo dan menyiarkannya tahun 2009, mereka tidak menyangka sebuah gerakan baru telah dimulai - kini dikenal sebagai konsep sukses 'slow TV.'

Siaran real-time saat itu sukses besar dengan angka pemirsa tinggi, memicu rangkaian konsep 'slow TV' serupa - yang terakhir adalah siaran langsung selama 12 jam tentang merajut.

Siaran perjalanan kereta selama 7 jam menaikkan pangsa pasar NRK

Siaran perjalanan kereta selama 7 jam menaikkan pangsa pasar NRK

Rune Møklebust, salah satu produser acara kepada DW, mengakui bahwa siaran perjalanan kereta ‘Bergensbanen' sebagai ide gila, dan mereka nyaris mengurungkan niat.

“Seminggu sebelum siaran kami berpikir ‘oh tidak, apa yang telah kami perbuat? Sekarang sudah terlambat untuk mundur. Kami akan menayangkan rekaman 7 jam perjalanan kereta dan kami belum menonton seluruh rekamannya!"

Populer tiada tara

Siaran perjalanan kereta mulai mengudara pada prime time di NRK2 dengan pesaing acara populer seperti The X-Factor di saluran televisi lain.

“Kami mendapat respon di Twitter dan Facebook lebih banyak dari acara televisi lainnya. Kami benar-benar merasa ada orang-orang yang memang menyaksikan acara ini,” tutur Møklebust.

Mereka tidak salah. Pangsa pasar NRK2 yang biasanya 4% meroket menjadi 15% dari total pemirsa televisi di Norwegia. Momen slow TV berikutnya adalah perjalanan kapal pesiar ‘Hurtigruten' selama 134 jam mengelilingi pesisir Norwegia. Tiga juta orang ikut menyaksikan melalui layar kaca. Ini prestasi luar biasa dalam sejarah televisi di sebuah negara dengan populasi 5 juta orang.

3 juta warga Norwegia menonton siaran langsung perjalanan kapal pesiar

3 juta warga Norwegia menonton siaran langsung perjalanan kapal pesiar

Maraton merajut

"Kami ingin memberi ruang bagi orang untuk menyelesaikan kalimat. Ini bukan usaha mengubah cara kerja televisi. Ini hanya suplemen, sesuatu yang berbeda dari kebanyakan acara di televisi. Dan sepertinya pemirsa menghargainya," jelas Lise May Spissøy yang bertanggung jawab atas proyek slow TV NRK2 terbaru; siaran maraton khusus untuk seni merajut.

Terlalu muluk-muluk untuk berpikir bahwa jutaan orang akan kembali menyaksikan sebuah baju hangat dirajut. Namun tim Spissøy yakin selama tema acara sepelan siput itu dipilih secara hati-hati, apapun dapat menjual. Dan para pemirsa tampaknya setuju.

"Saya menyaksikan perjalanan Hurtigruten karena saya tertarik dengan geografi dan manusia," ujar seorang pemirsa Finn Lunde (76). Ia setuju bahwa program slow TV telah menyentuh warga Norwegia.

“Kami dapat menyelam lebih jauh, menikmati lebih banyak detail,” ungkapnya. Menyiarkan 12 jam acara terkait kayu bakar diterima dengan baik oleh populasi yang pernah bekerja dan membakar banyak kayu sepanjang musim dingin yang panjang, gelap dan dingin di Arktik.

Sedikit lebih cepat - sebuah upaya memecahkan rekor dunia Guinness

Sedikit lebih cepat - sebuah upaya memecahkan rekor dunia Guinness

“Action”

Namun otak di balik program merajut tidak mau mengambil risiko, mereka memutuskan untuk menyuntikkan sedikit aksi.

"Setelah tengah malam kami akan mencoba memecahkan rekor dunia Guinness," kata Wendla Black yang bertanggung jawab atas transmisi siaran.

“Namanya ‘From back to back' dan melibatkan menguliti domba, memintal wol dan merajut sebuah baju hangat. Rekornya saat ini 4 jam dan 51 menit dan dipecahkan di Australia. Kami akan berusaha melampauinya.”

Hingga kini baru Swedia yang mengadopsi fenomena slow TV, saat pemirsa diundang untuk menyaksikan seorang pemburu rusa mengintai mangsa selama berjam-jam. Apa artinya konsep ini tidak diterima di luar Skandinavia? Produser NRK Rune Møklebust yakin ide ini universal.

"Ini mengenai perjalanan yang dekat dengan pemirsa. Kayu bakar dan merajut adalah tema-tema yang dekat dengan budaya kami. Orang Jerman, Inggris dan Amerika - mereka punya budaya sendiri," pungkas Møklebust, yang dapat dengan mudah membayangkan perjalanan hebat melewati taman nasional Amerika atau sungai-sungai Jerman menjadi tontonan wajib di negara-negara tersebut.

Laporan Pilihan