Skeptisme Bayangi Perundingan Atom Iran | dunia | DW | 07.07.2015
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Skeptisme Bayangi Perundingan Atom Iran

Iran punya kartu perundingan lebih bagus dibanding barat. Teheran tidak punya beban bagi sukses atau gagalnya perundingan di Wina. Semua meyakini sebuah kesepakatan akan berdampak positif bagi keamanan global.

Skeptisme merebak terkait alotnya perundingan sengketa atom Iran yang digelar di Wina. Deadline terus diundur. Perbedaan pendapat terlalu lebar untuk dijembatani dalam perundingan beberapa hari di ibukota Austria itu. Harian internasional mengharapkan masih bisa tercapai konsensus minimal dengan Teheran ketimbang tidak ada kesepakatan apapun.

Harian Rusia Kommersant menulis komentar yang mengisyaratkan tidak ada optimisme lagi terkait perundingan atom Iran yang digelar di Wina. Harian yang terbit di Moskow ini dalam tajuknya menulis: Aula untuk penandatanganan kesepakatan dengan Iran sudah dipersiapkan. Namun motto yang terlontar dari meja perundingan di Wina adalah, tidak memutuskan apapun atau perundingan digelar hingga semua tidak membuat keputuskan. Lebih tegas lagi, tidak ada keyakinan akan tercapai sebuah kesepakatan seperti yang sudah lama ditunggu semua pihak. Deadline mungkin diundur lagi. Masih ada sedikitnya 8 poin yang masih dipersengketakan berat. Juga bagi Rusia yang terpenting dalam perundingan itu adalah pertanyaan, kapan embargo senjata terhadap Iran akan dicabut. Tapi tema inipun masih tetap mengambang.

Harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung dalam tajuknya melontarkan pertanyaan apakah pemerintahan Iran bisa dipercaya? Harian yang terbit di Frankfurt am Main ini dalam tajuknya lebih jauh menulis: Terutama, apakah kita bisa mempercaya keterangan Teheran bahwa Iran tidak berusaha membuat bom atom? Walau begitu ada visi lain yang memandang permasalahan lebih santai. Semua juga tahu, setelah tercapai kesepakatan, ibaratnya Iran tinggal selangkah lagi untuk bisa membuat senjata nuklir. Jadi bagi Iran tidaklah penting, apakah sebuah kesepakatan tercapai atau tidak. Karena itu bagi barat amat penting berusaha mencapai persepakatan dengan Iran, agar bisa mengajak negara itu kembali mendekat ke panggung global.

Harian Austria Der Standard yang terbit di Wina juga menyoroti posisi sulit barat dalam perudingan sengketa atom Iran itu. Opsi bagi Amerika dan Eropa jika pada menit terakhir Iran kembali mengelak membuat kesepakatan juga tidak banyak. Menggelar perang baru dengan Teheran, dimana dampaknya gerak maju Islamic State akan makin kencang? Atau melanjutkan sanksi? Semua tahu sanksi barat sudah mencapai titik terendah, dan banyak negara yang kini tidak ingin terlibat lagi, menimbang niat baik pemerintahan baru di Teheran. Juga semua tahu, Amerika Serikat bertahan terus berunding, agar tema "panas" Iran tidak direbut oleh Cina atau Rusia.

Juga harian Norwegia Afterposten memandang dengan skeptis perundingan yang terus mundur deadlinenya itu. Harian yang terbit di Oslo itu dalam tajuknya berkomentar: Untuk dapat mencapai kesepakatan dengan masyarakat internasional, Iran harus membuka pintu bagi para inspektur atom IAEA untuk memeriksa instalasinya. Lebih baik tidak membuat kesepakatan dengan Teheran, ketimbang sebuah kesepakatan buruk. Akan tetapi dunia juga tidak punya banyak pilihan. Kesepakatan apapun dengan Iran terkait program atomnya, akan membuat dunia internasional merasa lebih aman.

as/vlz(dpa,afp)

Laporan Pilihan