1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Skandal Dioxin pada Makanan Ternak di Jerman

Ditemukannya bahan beracun dioxin pada makanan ternak di Jerman membuat gempar petani, konsumen dan pihak berwenang. Ribuan peternakan ditutup, ratusan ribu telur ditarik kembali dari pasaran dan ribuan ayam dibunuh.

default

Symbol bild, telur ayam yang mengandung dioxin

Racun berbahaya dioksin ditemukan pada makanan ternak yang dijual ke ribuan peternakan di berbagai negara bagian di Jerman. Setelah konferensi telefon, menteri pertanian berbagai negara bagian Jerman menyatakan, ribuan peternakan di beberapa negara bagian di Jerman harus ditutup. Di Niedersachsen saja sekitar 1000 peternakan yang terpaksa ditutup.

Hari Senin (03/01), juru bicara kementerian pertanian Niedersachsen Gert Hahne mengatakan, "Kami menutup peternakan-peternakan ini karena berdasarkan daftar suplai salah satu produsen bahan makanan ternak kini dapat diketahui, semua peternakan ini mendapat makanan ternak yang kemungkinan dalam pengolahannya menggunakan lemak yang mengandung dioxin."

Dioxin adalah bentuk senyawa kimia dengan banyak variasi, tapi tingkat kadar racunnya berbeda. Dampak jangka panjang dioxin antara lain gangguan pada sistem imunitas, penyakit kulit parah, gangguan pernafasan, penyakit amandel dan gangguan pencernaan.

Jenis dioxin yang terkenal adalah TCDD. Dalam percobaan pada hewan menunjukkan konsentrasi satu per sejuta gram pada setiap 1 kilogram berat badan saja sudah menyebabkan kematian. TCDD juga dikenal dengan nama racun seveso. Ini dilatarbelakangi bencana kimia tahun 1976 di utara Milan, Italia. Dulu 200 orang terjangkit penyakit kulit Chloracne. Selain itu penelitian lainnya menunjukkan di kawasan itu juga terjadi peningkatan berbagai jenis penyakit kanker.

Dioxin terbentuk tanpa diharapkan, misalnya pada proses pembakaran unsur chlor dan karbon organik. Menurut keterangan Badan Lingkungan Jerman, racun dioxin terbentuk pada suhu 300 derajat celcius dan hilang kembali pada suhu 900 derajat celcius. Dioxin juga dapat terbentuk dalam proses produksi kimia dengan chlor, selain itu dalam kebakaran hutan dan letusan gunung berapi.

Menurut laporan terakhir, sisa produksi biodiesel diduga menjadi penyebab pencemaran dioxin di Jerman. Di Nordrhein-Westfalen lebih dari 8000 ayam petelur, yang diduga telah memakan makanan ternak mengandung dioxin, terpaksa dibunuh.

Kini Menteri Perlindungan Konsumen Nordrhein-Westfalen Johannes Remmel meminta diselenggarakannya diskusi mengenai konsekuensi politik atas kejadian tersebut, "Artinya paling sedikit harus dibahas tentang sebagian dari mata rantai di sektor ini. Apakah pengawasannya cukup, terutama dalam produksi makanan ternak dan pemasok bahan makanan ternak. Di sini jumlah yang diolah mencapai berton-ton. Masalah ketatnya pengawasan, tapi juga keseluruhan sistem pada produksi industri pertanian. Jika ketidakberesan di bagian produksi makanan ternak saja sudah bisa melumpuhkan sistem secara keseluruhan, ini berarti ada yang tidak beres di sini.“

Saat ini di seluruh Jerman, ratusan peternakan ayam, babi dan kalkun ditutup. Namun konsumen diminta tidak panik. Institut Jerman untuk Penilaian Risiko mengatakan, tidak ada bahaya kesehatan akut. Seorang pakar lainnya mengatakan orang tidak akan langsung pingsan jika memakan telur yang mengandung dioxin. Racun dioxin secara umum menyebabkan meningkatnya risiko terkena penyakit kanker.

Dyan Kostermans/ARD/DW

Editor: Hendra Pasuhuk