1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Situasi Thailand Dikhawatirkan Tak Terkendali

Pemerintah Thailand memperingatkan kemungkinan pemerintah tak akan bisa mencegah pertumpahan darah jika kelompok oposisi menghalangi para pemilih ke tempat pemungutan suara.

Para demonstran anti pemerintah, anggota People's Democratic Reform Committee (PDRC), telah menyatakan bahwa mereka akan mengganggu jalannya pemungutan suara sebagai bagian dari kampanye mereka menjatuhkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Keputusan pemerintah untuk terus maju melaksanakan pemilu telah meningkatkan ketegangan di ibukota Bangkok, di mana para pengunjuk rasa memblokade perempatan-perempatan jalan utama dan memaksa banyak kantor kementerian untuk menutup kantor mereka selama bulan ini.

"Sebagai tambahan bagi 5.000 prajurit yang sudah dikerahkan di dalam dan sekeliling Bangkok untuk mengawasi keamanan, kami akan menambah jumlah tentara di sekitar lokasi pengunjuk rasa jika ada orang-orang yang mencoba menghasut kekerasan,” kata juru bicara angkatan bersenjata Winthai Suvaree.

Sekitar 10.000 polisi akan bertanggungjawab atas keamanan di Bangkok pada pemilihan umum hari Minggu mendatang, dengan dukungan tentara yang bersiaga, tambah dia.

Menteri Perburuhan Chalerm Yoombamrung, yang bertangungjawab atas pelaksanaan keadaan darurat yang diberlakukan sejak minggu lalu, menyerukan kepada para demonstran agar tidak mengganggu jalannya pemilu.

"Jika PDRC melakukannya, rakyat akan saling pukul hingga hancur dan tak ada yang bisa mengontrol situasi seperti itu,” kata dia kepada para wartawan. ”Polisi dan tentara tidak cukup punya personil untuk menjaga (keamanan) di semua tempat pemungutan suara.”

Kekerasan hantui Bangkok

Para demonstran turun ke jalan sejak November tahun lalu sebagai babak baru konflik yang telah berjalan selama delapan tahun yang melibatkan kelas menengah Bangkok dengan masyarakat bawah yang sebagian besar tinggal di bagian selatan Thailand yang merupakan basis pendukung Yingluck dan kakaknya, Thaksin Shinawatra, yang terjungkal dari kursinya oleh kudeta militer pada 2006.

Kelompok penentang pemerintah menuding Yingluck sebagai boneka kakaknya, Thaksin, seorang konglomerat yang mereka sebut sebagai kapitalis yang korup yang telah membeli pemilu selama satu dekade terakhir lewat kebijakan populis yang berharga mahal.

Thaksin mengasingkan diri pada 2008, tak lama setelah pengadilan menjatuhkan vonis penjara atas tuduhan korupsi. Tuduhan yang dibantah oleh Thaksin yang balik menuding pengadilan itu sebagai sebuah panggung politik.

Pemerintah telah memberlakukan keadaan darurat di ibukota Bangkok sejak 22 Januari lalu untuk menjaga ketertiban

Sepuluh orang tewas dan sedikitnya 577 terluka dalam kekerasan politik yang terjadi sejak 30 November. Seorang pemimpin demonstran terbunuh dan sekitar selusin orang terluka dalam bentrokan di dekat sebuah tempat pemungutan suara dalam pemilihan awal akhir pekan lalu di Bangkok. Saat itu para demonstran berusaha mencegah para pemilih yang ingin pergi ke tempat pemungutan suara.

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan