1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Simpatisan IS Bunuh Pejabat Polisi Perancis

Simpatisan Islamic State membunuh seorang pejabat kepolisian Perancis dan menyandera keluarganya. Ketika polisi membunuh pelaku, mereka menemukan jenazah isteri korban dan bocah berusia tiga tahun.

Pasukan elit kepolisian Perancis Senin malam (13/6) mengakhiri drama penyanderaan di utara Paris oleh terduga simpatisan Islamic State. Menurut laporan berbagai media, tersangka sebelumnya membunuh seorang polisi dengan pisau dan menyandera isteri dan anaknya di kediaman korban.

Korban adalah wakil kepala kepolisian Les Mureaux. Polisi juga menemukan jenazah sang isteri. Sementara anaknya yang berusia tiga tahun berhasil diselamatkan. Ia mengalami "syok, tapi tidak terluka," ujar jurubicara kepolisian Perancis.

Polisi sebelumnya gagal menegosiasikan pembebasan sandera. Selama proses perundingan pelaku berulangkali menegaskan kedekatannya dengan kelompok teror Islamic State. Setelahnya polisi menyerbu masuk dan menembak mati terduga teroris.

"Negosiasinya tidak berhasil dan kami memutuskan untuk menyerbu," tutur jurubicara Kementerian Dalam Negeri, Pierre-Henry Brandet kepada media. Pelaku dikabarkan menusuk korban di perut sebanyak sembilan kali.

Kepolisian mengatakan pelaku yang berusia 25 tahun berada dalam pengawasan aparat keamanan sejak bebas dari penjara. Tahun 2013 silam ia divonis tiga tahun penjara setelah terbukti membantu militan Islam pergi ke Pakistan.

Pembunuhan tersebut adalah serangan teror pertama Islamic State sejak Perancis memberlakukan status darurat menyusul serangan beruntun di Paris yang menewaskan 130 orang November silam.

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut tragedi tersebut sebagai "drama yang menjijikkan." Selasa pagi (14/6) ia memanggil anggota kabinet untuk menghadiri sidang darurat di Istana Elysée.

rzn/yf (rtr,afp)

Laporan Pilihan