1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Siklon Debbie Landa Australia Utara, Ribuan Orang Cari Perlindungan

Angin topan Debbie mencapai daratan di Queensland, Australia, dengan kecepatan sampai 260 km per jam. Karena pusat badai hanya bergerak lambat, amukan angin diperkirakan bisa berlangsung seharian penuh.

Angin topan sampai 260 km per jam melanda di sepanjang resor wisata tersohor Great Barrier Reef. Otoritas sempat mencatat kategori badai sampai ke tingkat 4, hanya satu tingkat di bawah kecepatan angin paling berbahaya. Sampai saat ini belum dilaporkan korban yang cidera akibat badai itu, namun menurut perkiraan kondisi angin hebat bisa bertahan lama, karena pusat badai bergerak lambat.

"Angin melolong sangat keras... terdengar seperti kereta api," kata Jan Clifford dari Pantai Airlie, sekitar 950 km di barat laut Brisbane, kepada kantor berita Reuters.

Sejak hari Senin (27/3) pihak berwenang mendesak ribuan orang di daerah dataran rendah untuk mengungsi. Inilah aksi evakuasi terbesar yang dilakukan Australia sejak amukan siklon Tracy menghancurkan kota Darwin pada Natal 1974.

Hujan deras yang mengiringi topan membanjiri jalan-jalan. Jendela-jendela pecah dan banyak pohon tumbang. Dermaga di Pantai Airlie rusak. Aliran listrik terputus bagi sekitar 38 ribu penduduk di kota Bowen dan Mackay, di utara dan selatan Pantai Airlie.

Bandara dan pelabuhan di kawasan itu ditutup. Maskapai penerbangan Qantas, Jetstar, Rex dan Virgin Australia membatalkan beberapa penerbangan ke dan dari wilayah tersebut.

Australien Bowen, Zyklon Debbie (picture-alliance/AP Photo/AuBC )

Kota Bowen dilanda siklon Debbie, 28 Maret 2017

Sebelumnya topan melanda kepulauan Whitsunday. Resor wisata di kawasan itu mengalami kerusakan berat dan kapal-kapal lepas dari tambatannya, kata wisatawan kepada Reuters lewat telepon.

Topan Debbie adalah badai yang paling kuat yang melanda kawasan Queensland sejak Topan Yasi menghancurkan rumah-rumah, tanaman dan resor wisata pada 2011.

Pihak berwenang mengatakan, situasi saat ini terlalu berbahaya untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Kru tanggap darurat juga terpaksa menunggu badai sampai reda, sebelum melakukan aksi penyelamatan.

"Ini bisa berlangsung cukup lama, sampai sore ini dan malam hari, sebelum angin mulai mereda," kata menteri utama Queensland Annastacia Palaszczuk kepada televisi ABC.

Meskipun sudah mengeluarkan perintah evakuasi, polisi mengatakan kepada Reuters mereka tidak yakin berapa banyak yang mengikuti nasihat mereka. Hanya sekitar 400 orang tercatat berlindung di tempat-tempat penampungan. Masih banyak penduduk yang bertahan di rumahnya.

Menurut keterangan polisi, seorang turis perempuan berusia 31 tahun tewas dalam kecelakaan lalu lintas akibat badai pada hari Senin (27/3).

hp/vlz (rtr, ap, afp)

 

Laporan Pilihan