1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Siapa Yang Tanggung Bencana Minyak di Teluk Meksiko?

Untuk pertama kalinya perusahaan minyak BP akui kesalahan sendiri dalam bencana di Teluk Meksiko. Sebuah penyelidikan internal sebut kerusakan teknis dan kesalahan manusia penyebabnya. Tapi BP mengaku tidak sendirian.

default

Dalam foto dari Juni 2010 ini: pejabat eksekutif tertinggi BP Tony Hayward (kiri) dan direktur Bob Dudley ketika tiba di Gedung Putih untuk berbicara dengan Presiden Barack Obama

Tidak seorangpun pengamat pernah memperkirakan bahwa perusahaan minyak BP akan menanggung semua kesalahan dalam bencana minyak di Teluk Meksiko. Salah satunya agar tidak menambah gelombang tuntutan uang ganti rugi yang bahkan saat ini telah menumpuk. Namun bahwa rentetan kesalahan yang diakui oleh raksasa minyak asal Inggris itu begitu panjang dan rumit, telah mengejutkan analis pasar Nick McGregor.

Ia mengatakan, "BP menulis sendiri apa yang terjadi: kerusakan teknis, kesalahan manusia, material yang rusak, jam kerja yang berantakan dan kesalahan fatal dalam komunikasi. Jelasnya adalah setumpuk masalah yang menyebabkan bencana. Tapi orang kini bertanya-tanya bagaimana semua bisa terjadi di saat yang bersamaan."

Laporan Penyelidikan Internal

Große Ölmengen am Strand von Alabama

Sejumlah besar minyak yang mencemari daerah pantai negara bagian Alabama (25/06)

Hasil penyelidikan internal setebal 193 halaman tersebut dipublikasikan oleh BP dalam halaman internetnya. Tiga bulan dibutuhkan buat menghasilkan laporan tersebut. Yang kemudian dapat dibaca adalah sebuah analisa masalah yang rinci dan rumit. Meski demikian para pakar di Inggris mewanti-wanti terhadap pandangan yang subjektif. Lagipula pada akhirnya BP lah yang menanggung kerugian.

Pakar lingkungan BBC, David Shukman mempelajari laporan tersebut dan sampai pada kesimpulan. Ia menjelaskan, "Dari sudut pandang BP, laporan tersebut menyatakan bahwa mereka tidak salah sendirian. Perusahaan lain pun juga melakukan kesalahan. Dan merujuk pada gelombang tuntutan ganti rugi, hal tersebut berarti besar. Soal pertanggungjawaban BP di depan hukum, hanya dapat berhasil jika raksasa minyak itu terbukti melakukan kesalahan fatal. Dengan laporan ini BP sedikit membersihkan namanya dan membagi-bagi kesalahan kepada perusahaan lain."

Secara gamblang laporan tersebut menyebut nama perusahaan Transoceon dan Halliburton. Keduanya terlibat dalam aktivitas pengeboran di ajungan lepas pantai Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. Transoceon adalah pemilik ajungan dan Halliburton bertanggungjawab soal semen serta material lainnya. Dalam laporan yang kini dipublikasikan, BP juga melempar kesalahan kepada kedua subkontraktor tersebut. Transoceon misalnya dinilai keliru menghitung tekanan di dalam lubang pengeboran. Sedangkan Halliburton dituding melakukan kesalahan dalam meracik semen yang digunakan untuk membalut pipa pengeboran.

Tanggungjawab atas Subkontraktor

Static Kil - Manöver läuft

Foto yang dibuat BP dengan kamera jarak jauh menunjukkan operasi Static Kill, yaitu pekerjaan di sekitar lubang pengeboran yang berhasil menghentikan aliran minyak (04/08).

Namun sebagian pakar di London khawatir, rincian teknis soal penyebab terjadinya bencana dapat mengalihkan perhatian dari hal terpenting, yakni tanggungjawab utama. Pada akhirnya BP juga memikul tanggungjawab atas kesalahan yang dibuat oleh kedua subkontraktornya itu. Meski demikian, sebuah diskusi mendasar soal standar keamanan dalam pengeboran minyak tidak bisa diharapkan dari industri perminyakan, begitu kata Trisha O'Raily.

Perempuan yang kini bekerja sebagai Direktur bidang Komunikasi di Badan Pengawas Minyak dan Gas Inggris, mengatakan, "Hal itu tidak dapat kita biarkan. Saat ini kita bergantung sebanyak 75 persen dari minyak dan gas sebagai sumber energi. Dan hal itu tidak akan berubah banyak dalam sepuluh tahun kedepan. Sejauh ini minyak masih tetap solusi yang realistik. Yang terpenting adalah bagaimana menerapkan standar keamanan tertinggi."

Penyelidikan internal itu setidaknya berhasil memancing sentimen positif dari pelaku pasar di bursa saham. Nilai raksasa minyak Inggris itu meningkat sedikit demi sedikit.

Silke Engel / Rizki Nugraha

Editor: Marjory Linardy

Laporan Pilihan