1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Setelah Dideportasi Singapura, Bos PSSI La Nyalla Ditahan di Jakarta

Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti ditahan dan diperiksa polisi setelah dideportasi oleh Singapura. Dia sempat kabur selama dua bulan di Malaysia dan Singapura setelah jadi tersangka korupsi.

Setelah mangkir dari sidang pengadilan dan pergi ke Singapura, Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti akhirnya ditahan pihak imigrasi Singapura dan dideportasi ke Indonesia.

La Nyalla meninggalkan Indonesia Maret lalu, pertama-tama menuju Malaysia kemudian ke Singapura, setelah dijadikan tersangka oleh kejaksaan di Jawa Timur. Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur.

Sejak 29 Maret 2016 nama La Nyalla dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) setelah tidak ditemui di rumahnya ketika akan dipanggil paksa. Dia beberapa kali tidak menanggapi panggilan pengadilan.

Indonesien Fußball Fans Fußballfans Asian Cup 2007

Pendukung timnas Indonesia di Asian Cup 2007

Kejaksaan menuduh Bos PSSI itu menyalahgunakan dana hibah KADIN Jawa Timur sebesar Rp. 5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham Bank Jatim pada tahun 2012.

Imigrasi Singapura akhirnya mengirim pulang La Nyalla setelah perundingan selama berminggu-minggu soal statusnya. Singapura kini menerangkan, La Nyalla dideportasi karena ijin kunjungannya sudah berakhir.

Tim penyidik Kejaksaan Agung menciduk La Nyalla Selasa malam (31/05) setelah dideportasi oleh Singapura. Sejak Rabu pagi, dia menjalani pemeriksaan di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jakarta.

Indonesia dan Singapura tidak memiliki perjanjian ekstradisi, sehingga satu-satunya kemungkinan memulangkan buron kejaksaan agung itu dengan cara menerapkan UU Keimigrasian.

Indonesien Fußball Fans Fußballfans Asian Cup 2007

Pendukung PSSI di Asian Cup 2007

Di bawah kepemimpinan La Nyalla Matalitti, PSSI mengalami kekalutan dan sengketa berlarut-larut. Pemerintah Indonesia akhirnya melakukan intervensi dan membekukan kepengurusan PSSI, yang sudah lama dituduh melakukan banyak salah urus dan korupsi.

Karena intervensi pemerintah, Federasi Sepakbola Internasional FIFA kemudian membekukan keanggotaan Indonesia dan melarang partisipasi tim nasional di ajang-ajang kejuaraan FIFA.

FIFA mencabut sanksi terhadap Indonesia beberapa minggu lalu, setelah pemerintah Indonesia menyatakan sudah mengakhiri sengketa dengan PSSI.

Setelah diperiksa di kejaksaan, bos PSSI itu menolak memberi komentar. Dia hanya tersenyum dan mengacungkan jempol kepada wartawan ketika memasuki mobil milik Kejaksaan Agung yang membawanya.

hp/rn (afp, ap, rtr)

Laporan Pilihan