1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Serie A di Tengah Skandal Rasisme

Presiden FIFA, Joseph Blatter mengecam pendukung AS Roma yang menyanyikan lagu bernada rasisme terhadap Mario Balotelli. Ia mengklaim FIFA akan mengambil tindakan tegas terhadap insiden serupa di masa depan.

Babak kedua sedang berlangsung saat wasit Gianluca Rocchi mulai kehabisan sabar dan kembali menghentikan pertandingan antara AC Milan dan AS Roma. Saat itu stadion Gueseppe Meazza dipenuhi nyanyian bernada rasisme yang diarahkan pendukung Roma terhadap penyerang berkulit gelap, Mario Balotelli. Skandal ini menjadi yang terakhir dari serangkaian skandal rasisme di liga Italia.

"Insiden rasisme ini belakangan mengalami intensitas yang semakin mengkhawatirkan, "tulis harian "Gazetta dello Sport." Walikota Roma mengecam keras tindakan para fans, "olahraga ini tidak boleh dinodai," tulisnya di Twitter.

Sementara itu, Presiden FIFA, Josepg Blatter mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku rasisme di dalam sepakbola. Ia mengaku dirinya, "terkejut" oleh "makian bernada rasis" dalam pertandingan di Serie A, tulisnya melalui Twitter. "Isu ini rumit, tapi kita harus bertindak dan tidak cuma berbicara saja," kata Blatter yang baru-baru ini membentuk tim khusus untuk memerangi rasisme dalam sepak bola.

Blatter juga mengritik keputusan Rocchi lantaran tidak menghentikan pertandingan sepenuhnya. "Nyanyian rasis terhadap pemain berusia 22 tahun ini tidak boleh terjadi. Sayangnya di Italia peristiwa itu selalu berulang," katanya.

Insiden semacam ini merupakan yang keduakalinya dialami pemain-pemain AC Milan dalam beberapa bulan terakhir. Januari lalu, gelandang serang Ghana, Kevin-Prince Boateng meninggalkan lapangan di tengah pertandingan uji coba lantaran mendapat hinaan bernada rasis di sepanjang pertandingan. Tindakannya diikuti oleh rekan setimnya yang lain. Untuk pertama kalinya pemain sepakbola membatalkan pertandingan lantaran tindakan rasis pendukung lawan.

"Sore menjijikkan di Busto Arsizio awal Januari lalu seharusnya peringatan yang cukup untuk bertindak," tulis Gazetta dello Sport. Beberapa klub Italia juga menghadapi perkara serupa. Juventus, Inter Milan dan SS Lazio musim ini harus membayar denda uang lantaran tindakan para pendukungnya yang dinilai mengandung unsur rasisme.