1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Seri Namun Pahit Bagi Jerman

Jerman dan Swedia datang ke Berlin dengan rekor sempurna memperebutkan posisi puncak grup C. Jerman hampir pasti menang dengan 4 gol hingga kenyataannya berbalik.

Timnas sepakbola Jerman turun ke lapangan hijau penuh percaya diri usai melibas Irlandia 6-1 Jumat (12/19) lalu. Sementara Swedia susah payah menang 2-1 dari Kepulauan Faroe. Itu juga mengapa fans tim nasional Jerman cukup yakin sang tuan rumah bisa menang dan unggul jauh di grup C kualifikasi Piala Dunia 2014.

Dan memang Philipp Lahm dan kawan-kawan tampil mendominasi sejak awal pertandingan. Meski Thomas Müller belum beruntung saat sontekannya menyentuh tiang gawang dan gagal mengantongi gol di menit ke-2.

Hanya 6 menit kemudian, Jerman merobek gawang Swedia melalui tendangan Miroslav Klose yang memanfaatkan operan cantik dari Marco Reus. Sebuah ganjaran yang setimpal mengingat timnas Jerman mendominasi kepemilikan bola dan menekan dari kedua sayap.

Jerman terus bermain padu dan unggul 2-0 hanya dalam waktu seperempat jam. Lagi-lagi Reus berkolaborasi dengan Klose memberikan sumbangsih bagi tim Jerman. Lini pertahanan Swedia cukup kuat, tapi para striker Jerman mampu menerobos masuk. Wajah para pemain tim Swedia, seakan baru dihajar palu godam.

Jerman terus menekan

Kedua gol tersebut berarti Klose hanya terpaut satu gol dari striker legendaris Gerd "Der Bomber" Müller pada daftar pencetak rekor terbanyak sepanjang masa di timnas Jerman.

Reus dan Klose membawa Jerman unggul terlebih dahulu

Reus dan Klose membawa Jerman unggul terlebih dahulu

Tim asuhan Joachim Löw kemudian memperlambat tempo meski masih menciptakan ancaman setiap kali bergerak maju ke kotak penalti Swedia. Sementara Blagult, julukan tim Swedia, belum cukup beruntung untuk memberikan bola kepada striker maha bintang Zlatan Ibrahimovic.

Malah bek tengah Jerman, Per Mertesacker, yang memperbesar keunggulan di menit ke-40. Thomas Müller membantu Mertesacker mencetak gol keduanya sepanjang karir internasional pemain Arsenal tersebut.

Swedia tampak lega begitu peluit berakhirnya paruh pertama ditiupkan. Di ruang ganti, satu-satunya pertanyaan adalah: Apakah Swedia siap mengejar ketinggalan, dan siapkah Jerman untuk mendorong Klose masuk buku sejarah?

Memulai lagi dengan kocar-kacir

Swedia membawa dua pemain pengganti di lini serang, namun peluang pertama di babak kedua justru jatuh ke Müller setelah adu satu lawan satu dengan kiper Swedia. Andreas Isaksson berhasil menghadang pemain tengah Bayern München tersebut.

Swedia tidak tinggal diam

Swedia tidak tinggal diam

Kemampuan Jerman untuk membawa bola hingga ke jantung pertahanan Swedia berbicara dengan sendirinya. Lima menit kemudian, Müller memberi umpan kepada playmaker Mesut Özil yang sukses menjaringkan bola.

Sekali lagi, gol tercipta berkat kerjasama antar pemain. Pelatih Joachim Löw pasti bangga melihat para pemainnya bermain tanpa mementingkan diri sendiri.

Namun permainan padu tidak terjadi pada lini pertahanan. Konsentrasi Jerman buyar dan dibalas oleh Ibrahimovic yang dengan bebas melewati kiper Manuel Neuer setengah jam menuju akhir laga.

Hanya tiga menit kemudian, bek Mikael Lustig mencetak gol kedua bagi Swedia memanfaatkan kesalahan bek Jerman Holger Badstuber. Skor 4-2, dan skuad Jerman tampak sedikit tegang.

Kejatuhan besar

Lima belas menit terakhir, laga memanas. Johan Elmander menemukan celah di tengah area penalti dan berhasil memperkecil selisih gol.

Fans Jerman pulang dengan rasa terpukul

Fans Jerman pulang dengan rasa terpukul

Ambisi Klose memecahkan rekor sudah lama terlupakan. Jerman belum pernah gagal mempertahankan keunggulan 4 gol, dan kini menuju kejatuhan bersejarah.

Lima menit hingga peluit akhir, Swedia mendapat peluang besar. Neuer keluar wilayah gawang dan gagal mengontrol bola. Pemain pengganti Tobias Sana melesatkan bola ke arah gawang Jerman yang tidak terjaga dan nyaris membuat seluruh penonton di stadion Olimpiade Berlin pingsan.

Swedia baru memetik hasil pelimpahan energi mereka dengan gol penyeimbang di detik-detik terakhir. Rasmus Elm menyarangkan gol kedelapan malam itu meski diwarnai kontroversi Ibrahimovic di wilayah penalti. Gol dinyatakan sah dan Jerman mencetak rekor bersejarah yang negatif.

Kapten Jerman Philipp Lahm berkomentar usai pertandingan, "Kalau kami unggul 4-0 dan laganya berakhir dengan skor 4-4, berarti kami banyak berbuat salah. Kami mencetak gol pertama kemudian kedua, lalu semuanya mulai berantakan."

Sang pelatih lebih tercengang lagi. "Saat ini, 10 menit usai laga, mustahil bagi saya untuk melihat mengapa kami berbuat begitu banyak kesalahan," ujar Löw yang jelas terpukul.

Satu-satunya hiburan bagi Jerman adalah memasuki jeda musim dingin di puncak grup C dengan raihan poin sepuluh. Tapi akan timbul banyak pertanyaan dan pencarian jiwa sepanjang musim dingin setelah Jerman mengalami kejatuhan yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi.