Seratus Ribu Suku Kurdi Mengungsi Akibat ISIS | dunia | DW | 22.09.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Seratus Ribu Suku Kurdi Mengungsi Akibat ISIS

Sekitar 100.000 warga Kurdi Suriah menyeberang ke perbatasan Turki selama beberapa hari terakhir, melarikan diri dari para jihadis Islamic State atau ISIS yang merebut puluhan desa di dekat perbatasan.

Pemerintah Turki “membenarkan jumlah“ 100.000 pengungsi tersebut, kata Melissa Fleming, juru bicara badan pengungsi PBB, UNHCR.

Badan PBB itu hari Sabtu lalu (20/09) mengatakan bahwa sebanyak ratusan ribu pengungsi kemungkinkan telah melarikan diri dari pertempuran.

Warga Kurdi Suriah meninggalkan wilayah sekitar Ain al-Arab, atau Kobani, ketika kota yang terkenal di kalangan Kurdi itu, diserang oleh pasukan militan ISIS.

Hingga kini, Kobane, kota terbesar ketiga yang berpenduduk suku Kurdi di Suriah, dilaporkan telah relative aman dan menampung 200.000 pengungsi dari tempat lain di Suriah.

“Saya pikir selama tiga setengah tahun terakhir kami tidak pernah melihat 100.000 orang mengungsi selama dua hari. Jadi ini bisa menjadi sedikit ukuran tentang bagaimana situasi yang berlangsung dan betapa sangat takutnya orang-orang tentang kondisi di dalam Suriah, dan juga Irak,” kata Carol Batchelor, dari UNHC.

Seorang komandan Kurdi di lapangan mengatakan ISIS terus maju sekitar 15 km dari Kobani, yang lokasi strategisnya telah memblok kelompok radikal Sunni itu dari upaya mengkonsolidasikan wilayah yang mereka rebut di sepanjang Suriah bagian utara.

Genosida

Seorang politisi Kurdi dari Turki yang mengunjungi Kobani hari Sabtu pekan lalu mengatakan bahwa warga lokal mengatakan kepadanya bahwa para ekstrimis ISIS memenggal kepala orang-orang ketika mereka bergerak dari satu desa ke desa lain.

“Dibanding perang ini lebih mirip operasi genosisa… mereka pergi ke desa-desa dan memotong kepala satu atau dua orang dan mempertontonkannya kepada warga desa,“ kata Ibrahim Binici, wakil ketua partai pro-Kurdi di Turki, HDP.

“Ini benar-benar situasi memalukan bagi kemanusiaan,“ kata dia, menyerukan adanya intervensi internasional. Lima rekannya sesama anggota parlemen berencana melakukan aksi mogok makan di luar kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, untuk menekan badan internasional itu melakukan aksi lebih lanjut melindungi warga Kurdi dari pembantaian ISIS. (Baca: Jerman Mulai Kirim Senjata untuk Kurdi)

ab/vlz (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan