1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serangan Teror Paris: Pernyataan Perang Terhadap Eropa

Organisasi teror ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan di Paris yang tewaskan ratusan orang. Serangan bukan hanya ditujukan ke Paris. Eropa harus bertindak. Opini Alexander Kudascheff.

Tanggal 13 November 2015 adalah Jumat hitam buat Perancis. Bagi Eropa dan untuk Barat. Serangan teror yang dilancarkan taktis dan simultan di berbagai lokasi di Paris adalah pernyataan perang dari Islamic State, ISIS. Sebuah pernyataan perang dari para jihadis terhadap Eropa. Terhadap gaya dan cara hidup, politik serta visi dan pemahaman warganya mengenai kebebasan.

Ini mengganggu warga Eropa, yang kini merasa lebih terikat rasa persaudaraan dengan Perancis. Hal ini juga menggugah kita, membuat frustrasi dan sekaligus membuat kita marah. Marah pada sikap haus darah brutal Islamic State, yang menelan korban jiwa lebih dari 120 orang dan melukai ratusan lainnya.

Serangan ini ibarat tusukan pada jantung Eropa. Ini tusukan pada keniscayaan mengenai cara kehidupan warga Eropa. Teror ini adalah tusukan pembunuhan pada negara Perancis, yang walaupun menerapkan kemungkinan terbaru untuk mengawasi keamanan, gagal melindungi warganya. Serangan pembunuhan ini adalah serangan terhadap panorama politik Perancis.
Alexander Kudascheff DW Chefredakteur Kommentar Bild

Alexander Kudascheff Pemimpin Redaksi DW



Sebab, pergeseran politik ke arah posisi ultra kanan sudah dapat dipastikan. Perancis akan mengucilkan diri dan menarik diri dari globalisasi. Pemenang dari serangan teror 13 November dapat dipastikan adalah Front Nasional.

Jumat Hitam juga akan mengubah Eropa. Walau belum ada yang tahu dari mana datangnyapara penyerang ISIS itu. Apakah dari kawasan pingiran Paris atau banlieue? Dimana sejak lama terbentuk masyarakat paralel dengan kaum muda Muslim yang tercabut dari akarnya menentang semua gaya hidup Perancis atau barat. Atau teroris ini datang dari Suriah atau Irak, baik itu anggota IS yang balik ke negaranya atau teroris yang masuk menyamar sebagai pengungsi? Hal ini akan memicu debat panas di Eropa.

Yang jelas tanggal 13 November 2015 adalah hari dimana semua tidak berdaya. Hari mimpi buruk bagi Perancis dan Eropa. Hari dimana semua merasa terpukul, tak berdaya dan juga kemarahan tanpa sasaran pasti.

Tapi juga hari dimana masyarakat Eropa bisa merasa bangga dan menyatakan: Kami tidak akan mengubah gaya hidup! Dan juga hari dimana semua bisa dengan kepala dingin serta rasional mengatakan: Barang siapa ingin memerangi akar masalah pengungsi, harus memerangi ISIS dan Assad. Pernyataan perang Islamic State-ISIS itu, memicu barat menjawab seperti itu dan tidak ada jawaban lain.

Laporan Pilihan