1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Serangan Terhadap Parlemen Chechnya Diatasi

19 Oktober 2010

Serangan terhadap gedung parlemen Chechnya dan sebuah gedung pemerintahan lainnya pagi hari Selasa (19/10) menewaskan sejumlah orang, namun teratasi dalam kurun waktu empat jam.

https://p.dw.com/p/PhhF

Jumlah korban tewas maupun penyerang parlemen Chechnya sampai kini belum pasti, begitu dilaporkan televisi pemerintah. Diperkirakan empat pemberontak dan tiga orang penjaga keamanan tewas dalam baku tembak yang terjadi, 17 orang lainnya luka-luka.

Menurut laporan-laporan awal, sejumlah pemberontak menyerbu gedung parlemen Chechnya pagi hari Selasa (19/10) pukul 09:12 waktu setempat. Disebutkan, sejumlah ekstremis meledakan bom di depan gedung parlemen Grozny, sementara tiga orang lainnya berlari masuk ke dalam gedung dan kemudian menembaki polisi yang berjaga. Begitu dilaporkan kantor berita RIA Nowosti, berdasarkan informasi dari kelompok investigasi.

Sementara menurut laporan kantor berita Interfax, terdengar tembakan dari kantor Ketua Parlemen, Dukuvakha Abdurakhmanov. Namun dilaporkan juga bahwa Ketua Parlemen itu berhasil dievakuasi dan diselamatkan. Di saat yang hampir bersamaan, sebuah kelompok pemberontak lain menyerang Kementerian Pertanian. Juga di gedung ini terjadi tembak menembak.

Dalam sebuah laporan sesudahnya, kantor berita Interfax mengutip Presiden Chechnya, Ramsan Kadyrov yang disebutkan berbicara dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Kadyrov mengatakan bahwa situasi berhasil diatasi oleh pasukan keamanan Chechnya dalam operasi 20 menit dan kaum penyerang berhasil ditewaskan. Beberapa diantaranya meledakkan dirinya.

Dossier Tschetschenien Russland Kadyrow Flaggen Fahnen Bild 2
Bendera Chechnya dan Rusia berkibar ketika kampanye Ramzan Kadyrov di tahun 2007.Foto: AP

Kadyrov yang dekat dengan penguasa di Rusia itu juga mengatakan bahwa semua anggota parlemen dan para karyawan di gedung parlemen itu berhasil dibebaskan tanpa cedera.

Menteri Dalam Negeri Rusia Rashid Nurgaliyez yang kebetulan berada di Grozny memuji operasi pasukan keamanan itu sebagai sukses besar. Disebutkannya, Kementerian dalam negeri Chehnya bertindak secara profesional dan kompeten. Sementara ini pasukan khusus masih memeriksa gedung yang berada di ibukota Grozny. Dikuatirkan, kaum pemberontak meninggalkan sejumlah ranjau di lokasi serangan.

Republik Chechnya yang berada di kawasan utara Kaukasus sudah puluhan tahun menghadapi serangan kaum separatis yang menginginkan negara berkedaulatan yang tidak tergantung kepada Rusia. Karenanya tak heran, bahwa Kadyrow yang karir politiknya dibantu oleh Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin kini membantu Kremlin menggempur kaum separatis.

Kedekatannya dengan Rusia ditunjukan kembali ketika bulan lalu, ia mendorong parlemen Chechnya untuk mengubah statusnya dari Presiden menjadi „Pemimpin“ guna mempertegas kedudukan Chechnya sebagai bagian dari Federasi Rusia.

April 2009, Rusia mengakhiri operasi anti teror yang sudah dilancarkan selama lebih satu dekade di Chechnya. Sejumlah pengamat politik menilainya, sebagai terlalu dini.

Edith Koesoemawiria/dpa/afp/rtr
Editor: Ziphora Robina