1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serangan Kundus Bukan Topik Utama di Afghanistan

Serangan udara tentara Jerman di Kundus menimbulkan debat politik berkepanjangan di Jerman. Mantan menhan mundur dari pemerintahan dan menhan saat ini juga akan diperiksa. Bagaimana reaksi rakyat Afghanistan?

default

Ayah seorang korban serangan di Kundus. Warga tetap tuntut ganti rugi dan permintaan maaf.

Kalau orang bertanya kepada orang Afghanistan mengenai serangan udara tentara Jerman September lalu, maka ada kesan, bahwa tema ini lebih banyak menimbulkan diskusi di Jerman yang jauh, ketimbang langsung di tempat kejadian. Tetapi peristiwa naas ini tentu tidak mereka lupakan begitu saja. Misalnya seorang murid sekolah Afghanistan, mengatakan: "Itu merupakan sebuah kesalahan yang dibuat Jerman di desa Omar Khmel. Saat itu serangan itu menewaskan lebih banyak warga sipil daripada Taliban. Ini tidak boleh terjadi lagi di masa depan.“

Disamping pandangan, bahwa serangan atas dua tangki ini merusak citra Jerman di Afghanistan Utara, tentu ada juga pandangan lain. Misalnya dari seorang guru di Kundus yang mengatakan, bahwa orang-orang sudah muak dengan Taliban. Serangan ini dianggap tindakan yang benar, karena ini menewaskan banyak anggota kelompok radikal tersebut. Demikian dikatakan sang guru dalam sebuah wawancara dengan radio Jerman.

"Di kota Kundus dan di wilayah-wilayah sekitarnya, situasi menjadi lebih aman sejak serangan atas dua truk tangki tersebut. Sebelumnya Taliban mengirimkan surat ancaman ke sekolah kami dan kami tidak dapat pergi kesekolah karena takut. Tetapi sekarang kami bisa pergi ke sekolah lagi dan Taliban terlihat berkurang dibandingkan sebelum serangan.“

Sang guru juga berpendapat, tewasnya banyak warga sipil merupakan kesalahan para ekstrimis dan bukan kesalahan Jerman. Ada juga yang bahkan mendorong prajurit-prajurit untuk bertindak lebih keras melawan Taliban, karena inilah satu-satunya bahasa yang dimengerti mereka. Namun debat mengenai benar atau salahnya serangan ini tidak berguna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Lelaki ini tinggal di wilayah bermasalah Char Darah, di dekat tempat truk tangki diserang. Menurutnya pembayaran ganti rugi dari pemerintah Jerman merupakan hal yang benar.

"Kesedihan orang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Tetapi uang juga dapat membantu keluarga-keluarga yang kehilangan pencari nafkahnya atau kehilangan orang yang mengurusi anak-anak, karena dengan ini mereka dapat bertahan hidup atau bisa membayar biaya pendidikan.“

Kalau di masa lalu peluru Jerman menewaskan warga sipil Afghanistan, maka tentara Jerman Bundeswehr selalu berupaya keras untuk membayar ganti rugi kepada keluarga korban. Lelaki asal Char Darah menyarankan untuk tidak memberhentikan tradisi ini.

"Nada sumbang yang disebabkan serangan dapat diringankan dengan ganti rugi. Karena orang akan percaya, bahwa pasukan Jerman melakukan hal itu dengan tidak sengaja. Orang Afghanistan akan berpikir, bahwa mereka hanya ingin menewaskan pihak bersenjata dan warga sipil akan mendapat ganti rugi.“

Hampir tidak ada orang di provinsi Kundus yang tahu, bahwa di Jerman serangan udara ini menimbulkan debat politik berkepanjangan mengenai tema Kundus. Namun hampir semua orang yang ditanya, mempunyai pendapat sama dengan guru asal Afghanistan ini, yaitu "Pemerintah Jerman harus minta maaf. Karena di Afghanistan ada tradisi meminta pengampunan, kalau membunuh seseorang.”

Kai Küstner / Anggatira Rinaldi
Editor: Asril Ridwan