1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serangan di Irak Tewaskan Lebih dari 70 Orang

Irak kembali diguncang serangkaian kekerasan baru. Pihak kepolisian melaporkan, lebih dari 70 orang tewas dalam serangan di beberapa kota.

Serangan terberat terjadi Kamis sore (16/08) di Baghdad ketika sebuah bom mobil meledak menewaskan setidaknya 27 orang. Pada saat itu, banyak warga tengah berada di jalanan menunggu waktu berbuka puasa.

Sebelumnya, di sudut lain kota Baghdad, satu bom mobil lain meledak di wilayah pemukiman warga Sunni di Husainija menewaskan enam warga sipil dan melukai 28 orang lainnya. Di utara kota Baghdad, satu kelompok berkendaraan mobil menyerang sebuah pos penjagaan menewaskan enam anggota pasukan keamanan. Di Sadr, Baghdad, sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah kedai es krim menewaskan sedikitnya 11 orang.

Kota Kirkuk diguncang empat serangan bom mobil, dua orang tewas dan 18 orang mengalami luka-luka. Dan pada Kamis malam, serangan terhadap kantor polisi di kota Bakuba dan Fallujah menewaskan enam petugas kepolisian. Dilaporkan, serangan juga terjadi di beberapa kota lainnya.

Sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang terjadi hari Kamis (16/08). Namun, afiliasi al Qida, Negara Islam Irak, pada bulan Juli lalu mengumukan bahwa mereka akan meluncurkan aksi ofensif selama bulan Ramadhan. Kantor berita AFP mencatat, kekerasaan yang terjadi di bulan Agustus telah menewaskan 198 orang. Bulan Juli lalu merupakan bulan paling berdarah di Irak sejak tahun 2010, 325 orang tewas akibat serangan.

Para pengamat mengatakan, perang saudara di Suriah juga turut memicu gelombang kekerasan baru di Irak. Dilaporkan, kelompok militan Islam menyusupkan para pejuang dan senjata mereka di perbatasan Irak-Suriah.

Sejak penarikan pasukan Amerika Serikat akhir tahun 2011 lalu, pihak pemberontak kerap melakukan serangan parah, setidaknya satu serangan per bulan. Terutama kelompok Sunni radikal, seperti al Qaida, dituduh bertanggung jawab berupaya untuk memperuncing konflik antara warga Sunni dan Syiah dengan melakukan serangkaian serangan. Antara tahun 2006 dan 2007, puncak kekerasan yang terjadi di Irak hampir saja membawa negeri ini dalam kancah perang saudara.

yf/ab (rtr/dpa/afp)