1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 100 Orang

Kota Peshawar, Pakistan diguncang bom. Setidaknya 100 orang tewas dan 200 orang cedera dalam serangan bom di sebuah pasar yang ramai. Aparat keamanan mengkhawatirkan bertambahnya jumlah korban tewas.

Si jago merah melalap pasar di Peshawar setelah sebuah bom meledak di lokasi tersebut.

Si jago merah melalap pasar di Peshawar setelah sebuah bom meledak di lokasi tersebut.

Serangan bom itu terjadi di suatu jalanan yang ramai dekat pasar di Peshawar. Seratus orang kehilangan nyawa mereka, dan lebih dari 200 orang cedera. Pelaku serangan bom menyembunyikan dan meledakkan sekitar 100 kilogram bahan peledak di dalam sebuah mobil. Sebuah gedung bertingkat dua runtuh, sejumlah toko hangus terbakar.

Waheed Jan, salah satu relawan menyaksikan detik-detik bom itu meledak. Katanya, "Sebuah mobil meluncur pelan dan berhenti di depan pasar. Tak lama kemudian ada ledakan besar. Beberapa gedung hancur."

Seorang yang lain mengatakan, banyak korban di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

"Di pasar sangat banyak perempuan yang tengah berbelanja. Kami setidaknya membopong 50 jenazah dan lebih dari 150 korban luka. Banyak kios pasar yang terbakar. Itu seperti kiamat," ujar saksi mata bernama Ullah.

Dalam waktu seketika pengamanan di seluruh Pakistan diperketat. Ini merupakan serangan yang ketiga kalinya di Peshawar dalam waktu sebulan, namun merupakan yang terparah sejak dua tahun terakhir.

Tindakan pemerintah sudah maksimal, ujar komisaris polisi di Peshawar, Azam Khan. Lebih lanjut katanya, "Polisi tidak dapat selalu berada di mana-mana. Serangan semacam ini sangat sulit dicegah. Kami sudah membuat lingkaran keamanan di sekeliling kota. Kini kami berupaya untuk mengikutsertakan masyarakat. Pengusaha dan penjual pasar harus membantu meningkatkan keamanan tempat-tempat umum.“

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tetapi diduga pihak yang bertanggung jawab adalah kelompok ekstremis Islam. Militer Pakistan saat ini tengah melancarkan operasi militer besar-besaran melawan Taliban di Waziristan selatan di bagian utara Pakistan.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam serangan itu sebagai tindakan pengecut. Beberapa jam sebelumnya Clinton tiba di ibukota Pakistan, Islamabad, untuk memberikan dukungan terhadap pemerintah Pakistan dalam perang melawan terorisme.

"Hari ini terjadi lagi serangan brutal dan pengecut berikutnya, yang mengakibatkan tewasnya lebih banyak lagi orang-orang yang tidak bersalah. Para teroris memang sangat ahli dalam merusak tapi mereka tidak dapat membangun. Kita dapat membangun lebih baik. Menteri Luar Negeri Pakistan dan saya hari ini membicarakan bagaimana kami dapat bekerja sama lebih erat,” tegas Clinton.

Pakistan dinilai sebagai sekutu penting AS dalam perang melawan terorisme. Dalam kunjungan selama tiga hari Menteri Luar Negeri AS berencana bertemu dengan pimpinan politik dan militer Pakistan, juga dengan tetua suku dari wilayah konflik di perbatasan barat laut Pakistan serta wakil-wakil dunia ekonomi negara itu.

Bernd Musch-Borowska/Luky Setyarini

Editor: Dewi Gunawan-Ladener

Laporan Pilihan