1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serang Agen FBI, Tersangka Bom Boston Tewas

Seorang pria yang sedang diperiksa oleh FBI terkait kasus pemboman marathon Boston, terbunuh dalam sebuah perselisihan yang berubah menjadi kekerasan.

Media massa Amerika mengatakan seorang laki-laki yang kenal dengan salah seorang pelaku pembom Boston, ditembak oleh seorang agen FBI dalam sebuah insiden dinihari di Orlando, Florida.

Biro Penyelidik Federal Amerika FBI mengatakan pria yang memulai “konfrontasi kekerasan” selama interogasi itu terbunuh dan agen FBI menderita “cedera yang tidak mengancam jiwa”.


Kawan Tersangka

FBI tidak menyebut nama orang yang terbunuh itu, namun harian Orlando Sentinel mengidentifikasi dia sebagai Ibragim Todashev, 27 tahun.

Laki-laki itu diperiksa agen FBI, dua tentara negara bagian Massachusetts dan personil penegak hukum lainnya, kata FBI dalam sebuah pernyataan.  FBI hanya menyebutkan : "agen kami bereaksi atas ancaman langsung dari seseorang".  Namun tak ada keterangan detail lain terkait insiden.

Todashev dilaporkan sebagai teman almarhum tersangka pemboman Boston Tamerlan Tsarnaev, yang ia kenal karena sama-sama mempunyai hobi seni bela diri campuran.

Tsarnaev, 26, dan adik laki-lakinya Dzhokhar, 19, adalah tersangka pemboman marathon Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 260 lainnya, di dekat garis finish perlombaan.

Tamerlan Tsarnaev tewas ditembak polisi. Sementara adik laki-lakinya ditangkap melalui sebuah perburuan besar-besaran dan kini berada dalam tahanan.


Menyerang dengan Pisau


Pada hari Rabu, Todashev dituduh menyerang agen FBI dengan menggunakan pisau, demikian laporan NBC, sambil menambahkan bahwa sebelumnya ia menghabiskan waktu di wilayah Boston dan tidak diduga memainkan peran dalam serangan bulan lalu itu.

Sambil mengutip para penyelidik, NBC mengatakan bahwa Todashev telah mengaku kepada agen FBI di Florida bahwa ia memainkan peran dalam pembunuhan tiga orang pada tahun 2011, yang ketika itu mayatnya ditemukan di sebuah apartemen di wilayah Boston.

Khusn Taramiv, seorang sahabat Todashev, mengatakan kepada TV lokal bahwa Todashev selama ini tinggal di Boston dan seperti Tsarnaev yang telah tewas, mereka sama-sama menyukai seni bela diri.

Ia menambahkan bahwa Todashev sempat bicara singkat melalui telepon dengan Tsarnaev bulan lalu, dan menyebutkan bahwa FBI menunjukkan “ketertarikan” atas dirinya sejak kasus pemboman itu.

ab/as (afp/dpa/ap)

Laporan Pilihan