1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Semesta Menampung Dua Trilyun Galaksi

14 Oktober 2016

Dengan menganalisa citra langit teleskop antariksa Hubble selama 20 tahun terakhir, ilmuwan menemukan jumlah galaksi di alam semesta mencapai duapuluh kali lipat ketimbang perkiraan sebelumnya.

https://p.dw.com/p/2RDqz
Bildergalerie Kepler Messier 92
Foto: ESA/Hubble & NASA/Gilles Chapdelaine

Sekitar dua trilyun galaksi diyakini memenuhi alam semesta. Jumlah tersebut duapuluh kali lipat lebih banyak ketimbang perkiraan sebelumnya. Temuan itu berdasarkan model tiga dimensi dari citra langit yang dibuat Teleskop Antariksa Hubble selama 20 tahun terakhir, tulis ilmuwan di jurnal ilmiah, Astronomical Journal.

Selama ini ilmuwan berusaha mencari tahu jumlah galaksi yang ada di alam semesta, setidaknya sejak 1924 ketika Astronom AS Edwin Hubble menemukan bahwa Andromeda merupakan galaksi tetangga dan bukan bagian dari galaksi Bima Sakti. Tapi bahkan di era astronomi modern sekalipun, pertanyaan tersebut tidak mudah buat dijawab.

Pasalnya partikel cahaya yang dipancarkan setiap benda langit membutuhkan waktu lama untuk mencapai planet Bumi. Cahaya sejumlah obyek bahkan membutuhkan waktu lebih lama dari usia alam semesta, sehingga saat ini keberadaannya masih tak kasat mata.

Meteorit Bernyanyi di Meksiko

Teknologi Terbatas

Bahkan dalam "semesta yang terlihat" saja, teknologi manusia yang ada cuma mampu menangkap 10 persen dari semua obyek di alam semesta. "Sangat mengganggu pikiran saya bahwa 90% semua galaksi di jagad raya masih belum bisa diteliti," tutur Christopher Conselice, pemimpin tim peneliti dari University of Nottingham.

"Siapa tahu temuan menarik seperti apa yang bisa kita dapatkan dengan mengamati galaksi-galaksi ini dengan teleskop generasi terbaru," imbuhnya.

Model tiga dimensi yang dibuat Conselice dan timnya mencakup hingga 13 milyar tahun silam, tidak lama setelah peristiwa kosmik, "dentuman dahsyat" yang melahirkan alam semesta. Dengan menggunakan model matematika teranyar, ilmuwan berhasil menghitung jumlah galaksi "yang terlihat" di luar jangkauan teleskop.

Mereka juga menemukan jumlah galaksi yang mencapai sepuluh kali lipat ketika alam semesta baru berusia beberapa milyar tahun. Temuan tersebut menunjukkan adanya "evolusi signifikan yang kemudian menyusutkan jumlah galaksi melalui perkawinan antara sistem."

rzn/hp (afp)