1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

"Saya positif HIV, apakah kalian berani pegang saya?"

Diskriminasi penderita HIV AIDS masih menjadi masalah di banyak negara dunia. Banyak orang yang menutupi dirinya terinfeksi HIV, karena takut keluarganya dan dirinya sendiri akan dirugikan.

Diagnosa AIDS ibaratnya sudah seperti hukuman mati bagi seseorang. Namun masalah utama yang dihadapi banyak pengidap HIV AIDS adalah perlakuan diskriminasi yang mereka terima, baik dari masyarakat atau bahkan dari lingkungan keluarga sendiri. Di banyak negara, HIV AIDS masih dianggap sebagai penyakit yang ditularkan akibat perilaku menyimpang, sehingga dianggap aib bagi pengidap dan keluarganya.

Stigma dan diskriminasi bisa dianggap sebagai hukuman sosial di berbagai belahan dunia terhadap pengidap HIV/AIDS. Bentuk "hukuman“ ini bermacam-macam, seperti pengasingan, penolakan, , dan penghindaran atas orang yang terinfeksi HIV.

Lewat video di Youtube, seorang pria pengidap HIV AIDS dari Finlandia, Janne Antin, ingin menunjukkan seperti apa hidup dengan stigma terkait HIV AIDS. Dengan aksinya ini, Janne Antin juga berupaya meningkatkan kesadaran akan HIV.

Tindakan diskriminasi dan stigmatisasi menyebabkan orang ragu bahkan tidak mau untuk melakukan tes HIV. Dan jikapun melakukan tes dan didiagnosa positif, banyak yang menyembunyikan kenyataan yang mereka hadapi dan merekapun tidak berusaha untuk memperoleh perawatan yang semestinya.

Diskriminasi adalah masalah besar yang dihhadapi para pengidap HIV AIDS. Orang-orang yang mengidap HIV mengalami berbagai masalah, misalnya untuk mendapat pekerjaan atau untuk bepergian atau untuk bersosialisasi. Menggalakan penyuluhan HIV AIDS pada masyarakat merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menghapus stigma ini.

Stigma dan diskriminasi biasanya timbul akibat kurangnya pengetahuan mengenai penyaki ini serta ketakutan yang berlebihan akan tertular. Hal ini lebih diperburuk dengan kenyataan bahwa penyakit ini dianggap sangat mematikan dan sampai saat inibelum ditemukan obatnya.

Laporan Pilihan