1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Saudara Lelaki Teroris Toulouse Diinterogasi

Satuan anti teror Perancis terus interogasi saudara lelaki tersangka teroris Toulouse. Walaupun mengaku tidak mengetahui rencana adik lelakinyai, namun ia memuji aksi pembunuhan tersebut.

Abdelkadir Merah (29), saudara lelaki tersangka pelaku pembunuhan tujuh orang di Toulouse, Mohammed Merah (23) yang tewas dalam baku tembak dengan polisi, diserahkan kepada unit anti teror Perancis DCRI Sabtu (24/2) dan ditahan di sebuah penjara di Paris.

Adiknya, Mohammed (23) tewas diterjang peluru penembak jitu polisi Kamis (22/3), setelah aksi pengepungan selama 32 jam. Abdelkadir dapat didakwa membantu adiknya melakukan rangkaian pembunuhan di Toulouse.

Seorang Rabbi Yahudi dan tiga anak-anak tewas dalam serangan pembunuhan di sebuah sekolah Yahudi Senin (19/3). Sebelumnya Mohammed Merah diduga juga melakukan dua serangan di dekat Toulouse yang menewaskan tiga serdadu Perancis.

Pada saat interogasi oleh polisi, Abdelkadir Merah menyatakan tidak mengetahui rencana serangan oleh adiknya. Namun ia mengatakan, bangga terhadap Mohammed, demikian laporan majalah Perancis "Le Point".

Abdelkadir bersama pacarnya yang tidak disebut jatidirinya, ditangkap di lokasi lain pada saat polisi mengepung apartemen yang ditinggali Mohammed. Polisi menuduh Abdelkadir menyaksikan adiknya Mohammed (23) mencuri skuter, yang dikendarainya saat melakukan aksi pembunuhan.

Ibu Merah, yang membantu polisi membujuk anaknya agar menyerah ketika dikepung, yang juga ditahan sementara, dilaporkan sudah dibebaskan lagi Jumat (23/3).

Pemerintah bela strategi polisi

Frankreich Terror Mohamed Merah Toulouse

Kinerja polisi Perancis terkait penyergapan di Toluose dikritik tajam.

Sementara itu, Perdana Menteri Francois Fillon membela polisi dan dinas rahasia yang semakin kencang dikritik terlambat bertindak dan salah menerapkan taktik. "Aparat keamanan sudah bekerja bagus, dan tidak ada dasar hukum apapun untuk menangkap tersangka teroris Toulouse, Mohammed Merah sebelum terjadinya kasus pembunuhan", kata Fillon kepada pemancar RTL.

Sebelumnya menteri pertahanan Gerard Longuet mengritik, penyidikan mula-mula berjalan ke arah yang salah, sehingga banyak waktu terbuang. "Sekarang harus ditarik pelajaran dari kasus itu", paparnya dalam televisi Canal+. Petugas Amerika Serikat sudah sejak lama mengincar tersangka pembunuh tersebut.

Juga pendiri satuan khusus polisi Perancis GIGN, Christian Prouteau melontarkan kritiknya, aksi polisi elit itu tanpa skema taktis yang jelas. "Harus dipertanyakan, mengapa polisi gagal menangkap hidup-hidup seorang tersangka yang sudah dikepung 32 jam", paparnya kepada harian "Ouest France".

Tidak ada jaringan

Mohamed Merah Attentäter Frankreich Terror Polizei Toulouse Belagerung

Mohamed Merah tersangk teroris Toulouse yang ditembak mati polisi.

Direktur dinas rahasia dalam negeri Perancis DCRI, Bernard Squarcini mengatakan kepada harian "Le Monde", amat mustahil melacak Merah sebelum aksinya dilakukan. Dinas rahasia memang sudah mengetahui, lelaki keturunan Aljazair berusia 23 tahun itu pada tahun 2010 dan 2011 berada di Afghanistan dan Pakistan. Tapi tidak dilakukan pengawasan lebih ketat kepada tersangka yang mengaku menjadi anggota jaringan teror Al Qaida itu.

"Sejauh ini tidak ada petunjuk bahwa Mohammed Merah terlibat sebuah jaringan. Ia hanya mengaku, dan meradikalkan dirinya sendiri", tuturnya lebih lanjut.

Squarcini juga menambahkan, serangan ke sekolah Yahudi, hanya keputusan mendadak, karena tersangka tidak menemukan tentara yang akan diserang. Hal itu diakui Merah dalam negosiasi dengan polisi ketika dikepung.

Terkait semakin kencangnya kritik pada kinerja polisi dan dinas rahasia, presiden Nicolas Sarkozy memanggil kabinet untuk pertemuan darurat Sabtu (24/3) membahas masalah keamanan dalam negeri.

AS(dpa,rtr,afp, ap, dapd)