1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Satu Kemenangan Dramatis bagi Dortmund

Borussia Dortmund melangkah ke semifinal Liga Champions setelah berhasil menaklukkan Malaga 3:2 dalam pertandingan ke-dua. Gol kemenangan Dormund dicetak di menit tambahan.

Saat peluit tanda akhir pertandingan ditiup, Stadion Arena Iduna bergetar. Lebih dari 60.000 pendukung Dortmund meluapkan kegembiraan mereka, layaknya tim mereka baru saja memenangkan piala Liga Champions.

Dalam pertandingan pertama di kandang Malaga, Dortmund hanya mampu bermain imbang.Dan Dortmund turun ke lapangan dalam pertandingan ke-dua dengan beban harus memenangkan pertandingan.

Hampir sepanjang pertandingan Dortmund tidak mampu mengembangkan permainan mereka. Kokohnya lini tengah dan barisan pertahanan Malaga membuat para pemain Dortmund tampak kehilangan akal.

Harapan untuk melaju ke babak semifinal hampir kandas setelah Malaga berhasil memanfaatkan peluang pertama mereka. 1:0 bagi Malaga lewat gol Joaquin di menit ke 25. Tapi Dortmund berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Lewandowski sebelum turun minum.

Dengan skor sementara 1:1, Malaga berada di atas angin untuk lolos ke semifinal. Namun pemain Malaga tidak mengubah pola permainan. Mereka tetap berupaya mengimbangi Dortmund lewat berbagai serangan. Di menit awal babak ke-dua, Malaga mendapatkan kesempatan emas untuk kembali memimpin. Namun tandukan Joaquin masih bisa diselamatkan penjaga gawang Weidenfeller, yang kembali bermain gemilang mengamankan gawang Dortmund.

Dortmund baru memiliki kesempatan mencetak gol di menit ke 75. Bola sontekan Marco Reus masih mampu dimentahkan penjaga gawang Willy. Selang tiga menit kemudian, kembali Willy menjadi penyelamat, setelah berhasil menghadang tendangan Götze.

Pukulan keras diterima Dortmund, ketika Eliseu berhasil menyarangkan gol, 2:1 bagi Malaga. 90 menit waktu pertandingan telah dilewati. Dan dengan 4 menit waktu tambahan, dalam waktu 69 detik, Dortmund berhasil membalikkan keadaan lewat gol Marco Reus dan Filipe Santana. 3:2 dan Dortmund maju ke semifinal dengan kemenangan yang sensasional.

Surat kabar Spanyol dan Jerman menanggapi kemenangan Dortmund atas Málaga:

La Opinión de Málaga: Wasit mengakhiri impian Málaga

“Malaga harus mengucapkan selamat tinggal pada Eropa, setelah tersingkir dalam waktu dua menit pada tambahan waktu. Tim tuan rumah berpesta. Gol Santana yang menentukan berbau offside.“

Marca: Tersingkir… memang begitu permainan!

“Dua gol di menit tambahan melemparkan Málaga dari Liga Champions. Sebenarnya semifinal sudah berada di genggaman, Joaquin membuat Malaga memimpin, Lewandowski menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Gol yang offside dari Eliseu bagaikan mengubur harapan Dortmund. Namun mereka tidak putus asa. Reus dan Santana, yang juga dalam posisi offside, menghantam.“

As: Gol yang tidak sah menghalangi laju Málaga

“Akhir yang mengerikan, kejam bagi Málaga dengan dua gol di injury time, salah satunya tidak sah. Joaquin dan Eliseu, yang juga offside, pencetak gol bagi Málaga.”

Sport: Dortmund memohon pada pahlawan dan menyingkirkan Málaga

“Malaga berdiri sangat dekat di depan semifinal, namun jatuh dan menerima dua gol di injury time. Marco Reus dan Filipe Santana mempertahankan Dortmund dalam kompetisi.”

Ruhr Nachrichten: Gol menit terakhir Santana bawa Dortmund ke semifinal

“Gila, betul-betul ekstasi! Delapan menit sebelum pertandingan usai, langkah Dortmund di Liga Champions berada diambang akhir. Namun gol Marco Reus dan Felipe Santana membalikkan pertandingan yang dianggap telah kalah. Signal Iduna Parg berguncang hingga ke akarnya. Dortmund masih tetap bisa mengimpikan partai final!”

Bild: Keajaiban dari Dortmund

“Luar biasa! Sulit dipercaya! Edan! BVB sangat menakjubkan! Dortmund memenangkan pertandingan di menit tambahan, 3:2, dan maju ke semifinal Liga Champions. Pahlawan mereka bernama Reus dan Santana. 69 detik yang gila dari Dortmund!“

Kicker: 1999 Reloaded! BVB hidup kembali dalam 70 detik

“Setelah pada pertandingan pertama bermain imbang 0:0, dalam pertandingan ke-dua Dortmund harus gemetar sampai injury time dan berhasil membuat sesuatu yang sudah dianggap mustahil, 3:2, BVB bermain dengan gugup dan seperti di Andalusia, membuang dua kesempatan emas. Saat tim Klopp berjuang untuk memimpin, secara mengagetkan Malaga sudah berada di depan.”

WAZ: 3:2 Thriller lawan Malaga – Borussia rayakan keajaiban dari Dortmund.

“Sesaat sebelum pertandingan berakhir, suasana berkabung menaungi Dortmund. Sebenarnya BVB sudah tersingkir. Namun BVB mampu melakukan keajaiban di masa injury time dan membalikkan keadaan.“

Süddeutsche Zeitung: Kegilaan baru terjadi di akhir

“Satu sentuhan dari pertandingan Bayern-Manchester United di tahun 1999: Dua gol di menit tambahan dan kemenangan dengan keberuntungan 3:2 melawan Málaga membawa Dortmund ke semifinal Liga Champions. Tim asuhan Jürgen Klopp tampil gugup dan tidak percaya diri. Ketika gol Felipe Santana tidak dianggap offside oleh wasit – Dortmund tidak mengenal batas kegembiraan.”