1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Satelit Rosat Jatuh ke Bumi

Rongsokan satelit penelitian Jerman jatuh ke bumi, Minggu (23/10). Para ilmuwan masih melacak lokasi jatuhnya satelit itu dan apakah sisanya mencapai permukaan bumi.

Satelit Rosat (Foto:EADS Astrium/AP/dapd)

Satelit Rosat

Satelit riset Jerman Rosat yang sudah tidak berfungsi itu kembali memasuki atmosfer bumi kira-kira antara pukul 3.45 dan 4.15 Waktu Eropa Tengah, ungkap Badan Angkasa Luar Jerman (DLR). DLR tidak memberikan keterangan apakah pecahan satelit berbobot 2,5 ton itu mencapai permukaan bumi. "Rosat merupakan satelit Jerman pertama yang mengalami situasi ini," kata jurubicara DLR Andreas Schütz. "Setiap tahunnya rongsokan dari angkasa luar berbobot 60 hingga 90 ton memasuki atmosfer bumi," lanjutnya.

DLR tidak membenarkan kabar bahwa pecahan Rosat sudah mencapai permukaan bumi di wilayah Asia dan Samudera Hindia. "Kami masih mengukur data dari mitra kami hingga beberapa hari ke depan," kata Schütz kepada kantor berita dpa.

Berdasarkan prakiraan DLR, Rosat akan terpecah menjadi 30 bagian yang masing-masing berbobot beberapa kilogram, sebagiannya tidak akan habis terbakar di atmosfer serta akan mencapai permukaan bumi.

Sebelum memasuki atmosfer bumi, DLR memperkirakan bagian pecahan Rosat akan jatuh di Eropa, Afrika dan Australia. Para pakar sebelumnya menjelaskan, tidak akan ada kecelakaan atau kerusakan yang diakibatkan pecahan satelit itu, meski ada bagian yang tidak terbakar habis di atmosfer.

Diluncurkan pada 1990 sebagai Satelit Pengamat

Satelit Rosat diluncurkan pada tahun 2990 dari Florida. Sejak itu Rosat berfungsi sebagai teleskop pemindai sinar X. Satelit itu diperlukan karena sinar X dari angkasa luar disaring atmosfer sehingga tidak bisa diteliti dari bumi.

Rosat mengirimkan citra pertama sinar X dari bulan pada tahun 1990. Satelit itu juga mengirimkan pencitraan pertama galaksi Andromeda ke bumi dan memindai pancaran sinar X dari komet-komet. Selain itu Rosat juga merekam gambar sisa-sisa ledakan supernova.

Rosat yang rencananya dioperasikan hanya untuk 18 bulan, terus berfungsi hingga sembilan tahun. Pada tahun 1999 Rosat mengalami kerusakan dan akhirnya dinonaktifkan.

LS/AS/dpa/rtr